Mengikuti sebuah pendaftaran/aplikasi formal yang penting tidak terlepas dari yang namanya cek kesehatan. Dulu mas masuk ITB juga disuruh gitu kan. Kali ini saya juga melakukan cek kesehatan (MCU), untuk mendaftar beasiswa ^^.
Pembuka Cerita ~ Tiga Komponen Utama MCU
Melihat tulisannya Mbak Rheisa, cek kesehatan di Bumi Medika Ganesha (Bu Mega alias BMG) ITB menghabiskan biaya sebesar sekitar Rp150.000. Rinciannya Rp119.500 untuk tes darah dan Rp45.000 untuk rontgen. Okelah, berarti biaya MCU sekitar Rp150.000-an lah ya di BMG. Saya akhirnya pun ke BMG dengan ekspektasi demikian.
Sesampai disana, saya pun bertanya ke resepsionis. Ibunya pun menyuruh saya tes darah dulu di lab milik Prodia dekat apotek BMG sana. Saya serahkan deh formulir certificate of health dari aplikasi beasiswa yang menyaratkan. Mbak Prodia pun langsung cepat membaca kebutuhan dari puluhan kotak checklist yang ada di formulir. Kemudian, menyuruh saya duduk di kursi “eksekusi”. Agak serem juga mau diambil darahnya nih.Darah aing getoh! Ntar kalau diambil terus dikoleksi, dipustakakan, atau aing dikloning gimana? Tapi ya nggak separanoid teman saya juga sih takutnya, tentu saja.
Setelah digigit semut sedikit, saya pun disuruh bayar di tempat sejumlah uang. Aneh ya, saya yang ngasih darah kok saya yang disuruh bayar ya, haha. Berikut adalah rincian biaya komponen laboratorium dari MCU ini.

Entah apa aja tuh yang dites dari darah dan urin saya.
Setelah itu saya diberi botol kecil untuk dikencingi. Sembari menunggu air putih kantin salman mendorong cairan di bagian tubuh lain masuk ke vesica urinaria, saya pun kembali ke resepsionis. Sambil sedikit sempoyongan, karena habis diambil darahnya (respon standar sejak kecil), saya pun bertanya: Selanjutnya apa nih bu?
Katanya, sebaiknya rontgen dahulu. Mau ambil foto paru-paru (menurut formulir certificate of health-nya). Bayar di tempat seharga di gambar bawah, saya pun disuruh ke ruang X-RAY di pojokan utara kompleks Bu Mega ini. Lampunya menyala merah, ada yang lagi “direkam” kayaknya nih. Tapi karena penasaran saya ketok aja (di pintu sebelahnya). Keluarlah mas-mas penjaga. Saya kasih bukti pembayaran komponen rontgen thorax tadi dan saya pun langsung disuruh masuk ruangan X-RAY. Kosong, ternyata itu lampu merah di luar emang idup terus.
Di dalam setelah mesin aneh itu dihidupkan, saya disuruh buka baju *AW*. Lalu, di seberang tempat tidur sana ada sebuah objek tegak mepet dinding (bergambarkan paru-paru). Saya disuruh menempelkan dada di lempengan objek tersebut. Mesin dihidupkan, suaranya keras sekali. Diesel sampai mengedan. Saya kemudian disuruh tahan napas. Beberapa detik kemudian semua gelap. Tidak, bukan saya yang pingsan atau ada lampu yang mati. Emang udah selesai, cuma sebentar doang ternyata. Cepet, nggak sampe semenit.
Hasil rontgen-nya jadi jam dua katanya. Setelah pakai baju lagi, saya pun keluar ruangan X-RAY sambil bertanya-tanya “kalau perempuan yang dirontgen gimana ya?”.

Nama saya kali ini sepertinya benar.
Eh hasil rontgennya gede loh, A3. Susah mau discan… Hitam semua juga.
Setelah kencing di botol, saya kembali ke ruangan laboratorium. Agak awkward juga menyerahkan air seni sendiri ke seorang cewek. Katanya hasil lab keluar jam 3. Oke deh, biar sekalian habis ashar aja saya ambil dua hasil lab itu. Kata resepsionis juga ke dokternya kalau sudah dapet hasil labnya.
Jam 4 saya kembali ke Bumega. Oh, hasil rontgen sudah ada di resepsionis, karena saya telat rupanya. Saya pun ke lab Prodia untuk mengambil hasil tes darah+urin. Sudah ada juga hasilnya, ngintip bentar, eh salah nama (cek aja di invoice Prodia di atas). Gimana tuh? Mbaknya langsung panik (udah beda dari yg tadi, mbak yg ini udah jadi dokter kayaknya), harus dibenerin katanya. Beliau langsung ke office sebelah, nanya-nanya, nelpon-nelpon, dan akhirnya saya dikabari kalau paling cepat hasil print out perbaikan datang jam 05 nanti. Agak lama sepertinya karena lab benerannya di Wastu Kencana sana… Okelah ditunggu.
Saya dan teman sedikit berpikir, kalau saya jadi pegawai prodia saya bela-belain tuh harus nyampe sekarang juga saat ini juga, toh kesalahan ada pada mereka kan, salah nulis. Nggak bisa baca apa dari naskah asli pada saat ngetik. Padahal mbak tadi pagi bener kok nulisnya. Huh, do not expect service too much, this is Indonesia.
Oke deh, melewati hal yg nggak penting, singkat cerita hari Kamisnya saya kembali ke Bu Mega. Nggak jadi nunggu sampe jam 5 karena percuma, dokter yg buat cek kesehatannya udah nggak ada. Rabunya saya ke cibubur, ngajar di labschool. Untungnya pendaftaran beasiswa masih agak lama (prof juga belum bales email, bu Ayu belum ngasih rekomendasi). Akhirnya, kamis pagi saya ambil hasil lab (sudah bener namanya!!) dan ke dokter umum buat MCU. Biaya komponen SKS bisa dilihat pada gambar berikut.

Murah Meriah!!
Saat cek kesehatan di dokter, saya dikenai aksi sebagai berikut. Disenteri matanya, rongga mulutnya, dipencet disana-sini, dipukul kaki tangan pakai martil, dipompa lengan atasnya, ditempeli besi-besi di banyak bagian tubuh, disuruh tebak-tebakan angka dari sebuah buku aneh berwarna-warni, dan ditanya pernah masuk RSJ atau nggak. Dokternya seru sih, sudah sangat sepuh tapi tetap asyik dan lucu. Saya sampe diukur tekanan darah dua kali karena yang pertama nggak perfect 120/80. Baru dateng katanya, kemungkinan tekanan darahnya nggak normal. Jadi deh saya tiduran di kasur klinik 5 menit baru selesai.
YAY! Selesai MCU saya hari ini. Saya minta bu dokternya isi dua berkas certification of health karena saya daftar lebih dari satu program beasiswa. Sampe lama ibunya ngecekin tulisan Inggrisnya salah apa nggak, ada yang kosong apa nggak, dan tanda tangannya bagus apa nggak.
DONE. To recap, biaya cek kesehatan (alias MCU) di Bumi Medika Ganesha, terdiri dari tiga komponen:
Laboratorium (darah dan urin) : Rp161.000,-
Rontgen Thorax: Rp60.000,-
Dokter yang memeriksa dan membuat SKS: Rp25.000,-
Total: Rp246.000,-
Well, hanya beda tipis (sekitar Rp100.000) dari kisaran biaya yang diungkapkan kak Rheisa tadi, dan itu juga kak Rheisa belum memberikan biaya dokternya kan. Itupun udah beda tiga tahun (2010 vs 2013). Masih wajar lah! Dan yang terpenting hasil MCU ini adalah SAYA NORMAL, \o/ YAY!!!
Surat kesehatan dapat, berkas lain lengkap, kirim deh ke luar negeri.
Mission accomplished.
Atau itulah setidaknya yang saya pikirkan. Anda tidak berpikir bahwa judul artikel ini, yang begitu heboh, sudah terbahas bukan? Sekarang mari masuk ke cerita yang sebenarnya. Continue reading →
Like this:
Like Loading...