Seratus Ribu

Minggu kemaren, blog saya pertama kalinya menyentuh angka 100.000 views.

HORE!!!

100.000

Masih kecil sih dibanding blog-blog kawan yang pastinja lebih WOW!

Tapi lumayannya sebagai batu loncatan pertama. Milestone pertama.

Ayo, semangat. Tingkatkan lagi! Lebih rajin lagi dan kreatif lagi.

(Emang pernah kreatif ya ini blog??)

Medical Check Up Is Damn Expensive / Cek Kesehatan Itu Mahal Sumpeeh..! Anyir!!

Mengikuti sebuah pendaftaran/aplikasi formal yang penting tidak terlepas dari yang namanya cek kesehatan. Dulu mas masuk ITB juga disuruh gitu kan. Kali ini saya juga melakukan cek kesehatan (MCU), untuk mendaftar beasiswa ^^.

Pembuka Cerita ~ Tiga Komponen Utama MCU

Melihat tulisannya Mbak Rheisa, cek kesehatan di Bumi Medika Ganesha (Bu Mega  alias BMG) ITB menghabiskan biaya sebesar sekitar Rp150.000. Rinciannya Rp119.500 untuk tes darah dan Rp45.000 untuk rontgen. Okelah, berarti biaya MCU sekitar Rp150.000-an lah ya di BMG. Saya akhirnya pun ke BMG dengan ekspektasi demikian.

Sesampai disana, saya pun bertanya ke resepsionis. Ibunya pun menyuruh saya tes darah dulu di lab milik Prodia dekat apotek BMG sana. Saya serahkan deh formulir certificate of health dari aplikasi beasiswa yang menyaratkan. Mbak Prodia pun langsung cepat membaca  kebutuhan dari puluhan kotak checklist yang ada di formulir. Kemudian, menyuruh saya duduk di kursi “eksekusi”. Agak serem juga mau diambil darahnya nih.Darah aing getoh! Ntar kalau diambil terus dikoleksi, dipustakakan, atau aing dikloning gimana? Tapi ya nggak separanoid teman saya juga sih takutnya, tentu saja.

Setelah digigit semut sedikit, saya pun disuruh bayar di tempat sejumlah uang. Aneh ya, saya yang ngasih darah kok saya yang disuruh bayar ya, haha. Berikut adalah rincian biaya komponen laboratorium dari MCU ini.

Invoice Laboratorium dari Prodia

Entah apa aja tuh yang dites dari darah dan urin saya.

Setelah itu saya diberi botol kecil untuk dikencingi. Sembari menunggu air putih kantin salman mendorong cairan di bagian tubuh lain masuk ke vesica urinaria, saya pun kembali ke resepsionis. Sambil sedikit sempoyongan, karena habis diambil darahnya (respon standar sejak kecil), saya pun bertanya: Selanjutnya apa nih bu? 

Katanya, sebaiknya rontgen dahulu. Mau ambil foto paru-paru (menurut formulir certificate of health-nya). Bayar di tempat seharga di gambar bawah, saya pun disuruh ke ruang X-RAY di pojokan utara kompleks Bu Mega ini. Lampunya menyala merah, ada yang lagi “direkam” kayaknya nih. Tapi karena penasaran saya ketok aja (di pintu sebelahnya). Keluarlah mas-mas penjaga. Saya kasih bukti pembayaran komponen rontgen thorax tadi dan saya pun langsung disuruh masuk ruangan X-RAY. Kosong, ternyata itu lampu merah di luar emang idup terus.

Di dalam setelah mesin aneh itu dihidupkan, saya disuruh buka baju *AW*. Lalu, di seberang tempat tidur sana ada sebuah objek tegak mepet dinding (bergambarkan paru-paru). Saya disuruh menempelkan dada di lempengan objek tersebut. Mesin dihidupkan, suaranya keras sekali. Diesel sampai mengedan. Saya kemudian disuruh tahan napas. Beberapa detik kemudian semua gelap. Tidak, bukan saya yang pingsan atau ada lampu yang mati. Emang udah selesai, cuma sebentar doang ternyata. Cepet, nggak sampe semenit.

Hasil rontgen-nya jadi jam dua katanya. Setelah pakai baju lagi, saya pun keluar ruangan X-RAY sambil bertanya-tanya “kalau perempuan yang dirontgen gimana ya?”.

Invoice Rontgen Thorax Bu Mega

Nama saya kali ini sepertinya benar.
Eh hasil rontgennya gede loh, A3. Susah mau discan… Hitam semua juga.

Setelah kencing di botol, saya kembali ke ruangan laboratorium. Agak awkward juga menyerahkan air seni sendiri ke seorang cewek. Katanya hasil lab keluar jam 3. Oke deh, biar sekalian habis ashar aja saya ambil dua hasil lab itu. Kata resepsionis juga ke dokternya kalau sudah dapet hasil labnya.

Jam 4 saya kembali ke Bumega. Oh, hasil rontgen sudah ada di resepsionis, karena saya telat rupanya. Saya pun ke lab Prodia untuk mengambil hasil tes darah+urin. Sudah ada juga hasilnya, ngintip bentar, eh salah nama (cek aja di invoice Prodia di atas). Gimana tuh? Mbaknya langsung panik (udah beda dari yg tadi, mbak yg ini udah jadi dokter kayaknya), harus dibenerin katanya. Beliau langsung ke office sebelah, nanya-nanya, nelpon-nelpon, dan akhirnya saya dikabari kalau paling cepat hasil print out perbaikan datang jam 05 nanti. Agak lama sepertinya karena lab benerannya di Wastu Kencana sana… Okelah ditunggu. 

Saya dan teman sedikit berpikir, kalau saya jadi pegawai prodia saya bela-belain tuh harus nyampe sekarang juga saat ini juga, toh kesalahan ada pada mereka kan, salah nulis. Nggak bisa baca apa dari naskah asli pada saat ngetik.  Padahal mbak tadi pagi bener kok nulisnya. Huh, do not expect service too much, this is Indonesia.

Oke deh, melewati hal yg nggak penting, singkat cerita hari Kamisnya saya kembali ke Bu Mega. Nggak jadi nunggu sampe jam 5 karena percuma, dokter yg buat cek kesehatannya udah nggak ada. Rabunya saya ke cibubur, ngajar di labschool. Untungnya pendaftaran beasiswa masih agak lama (prof juga belum bales email, bu Ayu belum ngasih rekomendasi). Akhirnya, kamis pagi saya ambil hasil lab (sudah bener namanya!!) dan ke dokter umum buat MCU. Biaya komponen SKS bisa dilihat pada gambar berikut.

Invoice Surat Keterangan Sehat Bu Mega

Murah Meriah!!

Saat cek kesehatan di dokter, saya dikenai aksi sebagai berikut. Disenteri matanya, rongga mulutnya, dipencet disana-sini, dipukul kaki tangan pakai martil, dipompa lengan atasnya, ditempeli besi-besi di banyak bagian tubuh, disuruh tebak-tebakan angka dari sebuah buku aneh berwarna-warni, dan ditanya pernah masuk RSJ atau nggak. Dokternya seru sih, sudah sangat sepuh tapi tetap asyik dan lucu. Saya sampe diukur tekanan darah dua kali karena yang pertama nggak perfect 120/80. Baru dateng katanya, kemungkinan tekanan darahnya nggak normal. Jadi deh saya tiduran di kasur klinik 5 menit baru selesai.

YAY! Selesai MCU saya hari ini. Saya minta bu dokternya isi dua berkas certification of health karena saya daftar lebih dari satu program beasiswa. Sampe lama ibunya ngecekin tulisan Inggrisnya salah apa nggak, ada yang kosong apa nggak, dan tanda tangannya bagus apa nggak.

DONE. To recap, biaya cek kesehatan (alias MCU) di Bumi Medika Ganesha, terdiri dari tiga komponen:

Laboratorium (darah dan urin) : Rp161.000,-
Rontgen Thorax: Rp60.000,-
Dokter yang memeriksa dan membuat SKS: Rp25.000,-

Total: Rp246.000,-

Well, hanya beda tipis (sekitar Rp100.000) dari kisaran biaya yang diungkapkan kak Rheisa tadi, dan itu juga kak Rheisa belum memberikan biaya dokternya kan. Itupun udah beda tiga tahun (2010 vs 2013). Masih wajar lah!  Dan yang terpenting hasil MCU ini adalah SAYA NORMAL, \o/ YAY!!!

Surat kesehatan dapat, berkas lain lengkap, kirim deh ke luar negeri.

Mission accomplished.

Atau itulah setidaknya yang saya pikirkan. Anda tidak berpikir bahwa judul artikel ini, yang begitu heboh, sudah terbahas bukan? Sekarang mari masuk ke cerita yang sebenarnyaContinue reading

Semarak Iklan Via SMS

Di jaman serba canggih sekarang ini, sepertinya privasi sudah tidak ada lagi. SMS yang notabene media komunikasi paling privat sekarang (ah kata siapa) sudah ikut-ikutan jadi sarana marketing. Bukan! Bukan sms mama minta pulsa atau…

Kirim Rek 2 Kirim Rek 1
Gokil banget tuh orang, sms minta kirim uang ke rekening yg sama dua kali pake nomor HP berbeda. Silakan kalau ada yang mau menyumbang ke rekening tersebut atau “sekadar” membalas dendam. 

Namun, maksud saya adalah iklan. Ya, entah dapet nomor darimana tuh orang-orang. Saya nggak mencantumkan di laman about/me ataupun di profil Facebook loh padahal. Masa saat isi nomor di konter pulsa, isi daftar hadir di acara mana, atau isi yg lain-lain terus si empunya daftar menjual daftar nomornya.

Huh, annoying bastards.

Walaupun saya mau buka toko, toko online, jasa servis, atau apapun saya nggak mau lah pake cara annoying begini. Email aja sudah cukup mengesalkan apalagi sms yang lebih privasi. Jangan sampe lah ikutan terjerumus ke lembah spam dan scam, padahal kalau niat sedikit sih database nomor ponsel se-ITB berangkatan-angkatan bisa aja saya cari.

Iklan 1 Iklan 2
Saya mulai berpikir untuk membalas dendan kepada nomor-nomor pengirim iklan ini dengan men-DDOS mereka dari sebuah server SMS jarkom. Lakukan kawan!

Nah, tapi sabar dulu kawan. Bukan itu yang mau saya keluhkan. Kalau sms iklan itu berasal dari marjinal masyarakat yang karena kebodohan atau kelicikannya sehingga mereka memanfaatkan segala cara untuk mempromosikan produknya, saya sih agak maklum. Akan tetapi, kalau ternyata operator seluler itu sendiri sudah mulai menggunakan cara yang sama seperti mereka? Memasukkan unsur iklan dengan sms. Saya kecewa.

Iklan Telkomsel

Berbagai iklan rutin dari TLKMSL. Sebenarnya lebih sering lagi jaraknya, cuma saya hapus sms berulang di antara tanggal-tanggal di atas.

Iklan Sunsilk

SUNSILK hebat, bisa iklan lewat SMS.
“Kamu, Sebagai wanita”? Nggak salah? 
Kalaupun iklan stdkny tepat sasaran dong.

Entah ini salah Telkomsel-nya atau bukan. Yang jelas, ini berbahaya. Bukan tidak mungkin beberapa waktu ke depan kita akan melihat rentetan SMS dari segala macam MERK, tidak hanya produsen sampo, nanti ada lagi sms dari produsen hape lokal, dari produsen motor, atau dari produsen pembalut. Ini berbahaya!

Terlebih lagi, kali ini kita tidak bisa membalas dendam dengan memberikan ribuan sms balasan (DDOS) atau sekedar membalas dengan sumpah serapah atau mengerjai balik penipu sms atau telpon tersebut.

We are at their (operators.red) mercy!

Dan yang paling penting, untuk pelopornya saya katakan:

TelkomselYou disappoint me!

:(

Ringkihnya Plat Belakang Motor di Bandung

Pernahkah Anda memperhatikan motor-motor ketika Anda berada di jalan raya? Coba perhatikan plat belakangnya. Pasti Anda akan menemukan bahwa sebagian besar plat belakang motor itu penyok alias rusak, seperti plat milik motor saya di bawah ini.

Plat Motorku

Ketiup Angin Apa yak?

Dan juga sedikit koleksi foto plat motor di sekitar kosan saya, yang saya ambil sambil jalan ke warung mie. Lihat foto bawah, buat empunya maaf ya plat motornya difoto tanpa izin.

Oh ya, plat nomor-kendaraan saya sebelumnya (platnya yg sebelumnya, bukan kendaraannya) juga rusak melengkung ke belakang di bagian dua sisinya. Lama dibiarkan, salah satu baut yang mengunci plat ke dudukannya pun terlepas. Susah boi masangnya lagi ternyata. Kemudian pada suatu ketika plat tersebut raib. Entah kabur kemana. Sepertinya jatuh, tidak mungkin kan dicuri orang. Terpaksa bikin ulang deh di pinggir jalan.

Hipotesis bahwa angin adalah penyebab utama kerusakan masal ini sepertinya lumayan kredibel.

Plat

Jarang yg plat depannya rusak, cuma nemu satu di foto kiri bawah tuh.
Padahal angin kan dari depan?

Kenapa ya? Apakah karena plat yang dikeluarkan polisi itu lemah? Atau memang angin. Coba perhatikan, pasti plat yang penyok itu penyok ke belakang alias melengkung seperti dilipat ke belakang (kalau belum dibenahi oleh si empunya motor) atau sengaja di lipat ke depan supaya aman nggak lepas.

Namun, kalau ketiup angin kok yang di depan kayaknya biasa aja… Maksudnya, penderita kerusakan tidak sebanyak plat belakang.

Dan yang saya bingung, fenomena ini baru saya lihat di Bandung. Sepertinya waktu di Metro, dan juga di Tanjungbalai, saya tidak melihat adanya fenomena ini. Emangnya angin di Bandung separah itu?

Bagaimana, daerah Anda memiliki fenomena yang samakah? Plat motormu gimana?

Continue reading

SEO

Entah kenapa, saya kesal kalau ada orang yang menanyakan atau membanggakan tentang SEO. Yup, SEO alias Search Engine Optimization. Kenapa kesal? Sebagian di antaranya tentu karena saya tidak paham benar tentang SEO dan cara mengoptimasinya. Optimizing an optimization? Seems legit.

Misalnya, sepertinya orang seenak udel saya meminta atau bertanya: mas bantuin search engine optimization dong biar web saya di atas pas googling. Orang-orang seperti ini biasanya mengesampingkan fakta bahwa ada banyak jutaan web lain yang sudah di-SEO-kan. Intinya, perkara mengedepankan webmu di halaman depan googlingan bukanlah hal yang mudah.

Terlebih lagi sepertinya orang tidak paham esensi dari SEO itu sendiri (Well, saya juga belum paham sebenarnya. Katanya ada seminar tentang SEO yang harganya jutaan. Entah kayak apa ya, bisa mahal gitu. Penasaran juga saya, tetapi nggak punya duit dan kemauan untuk ikut). Banyak orang menyangka bahwa SEO itu kayak masang iklan aja. Tinggal pastikan ada alat ini itu, dipasang tools-SEO ini itu, daftar di web ranker ini itu, beres. Atau pekerjaan yang dilakukan sekali lalu beres. Kalau begitu, gampang sekali bukan.

Menurut halaman pertolongannya Google yang didedikasikan untuk membahas ini, kita harus sangat hati-hati dalam menyewa SEO (search engine optimizer). Kenapa? Karena dalam praktiknya banyak SEO yang sebenarnya menipu, menyita web Anda, (baca sendiri artikelnya) atau benar mengoptimasi web Anda tetapi menggunakan kanoragan. Ilmu yang tidak disukai oleh search engine itu sendiri dan kalau ketahuan bisa di-ban permanen. Contohnya dengan menggunakan dua alamat palsu sehingga yang diambil search engine dan halaman asli adalah laman yang berbeda. Atau dengan menggunakan pasukan keyword sehingga satu halaman penuh kata-kata kunci yang sebenarnya tidak ada dalam konten tetapi berguna untuk mengelabui mesin pencari supaya berpikir kalau laman itu punya konten dengan kata kunci tersebut. Hal ini adalah ilmu hitam yang sangat berbahaya. Search Engine Land merangkum kesalahan umum situs plus praktik-praktik perdukunan SEO yang melakukan trik-trik bulus kepada bot search engine tersebut di SEO Checklist: 29 Worst Practice and Most Commont Failures.

Yang saya pahami ttg. SEO, entah benar atau nggak, correct me if i’m wrong, adalah bagaimana caranya kita menulis artikel yang bagus, mudah dibaca, dan sedang dicari banyak orang. Kemudian, artikel tersebut dioptimasi bagiannya seperti pada judul, url, image-title, dll serta penggunaan kata kuncinya misalnya apps vs application, atau ponsel vs telepon genggang mana yang lebih banyak diketik orang. Begitu saja…

Banyak blog mengenai copywriter dan blogging juga ceritanya seputar itu-itu saja kok. Bagaimana caranya menulis artikel. Sudah.

Menurut sebuah video penggunaan modul SEO-Tools di drupal di atas, inti dari SEO itu hanya ada tiga: great architecture, great content, dan great back-linkContinue reading