Firasat, Keteguhan Hati, Doa, Istikharah, dan Ikhtiar

Kamis, 17 Mei 2012 merupakan hari bahagia bagi Mas Yulianto sesepuh kami di ADK angkatan 2008 dan mantan ketua ADK 2008. Dengan semangat menggebu-gebu kami serombongan sahabat kampus menyambut hari bahagia ini. Empat mobil dikerahkan menuju Cilacap. Sebenarnya katanya ada tujuh mobil tetapi yang tiga sampai kami pulang tak tampak batang hidungnya. Entah kemana rombongan anak matem itu.

Perjalanan cukup melelahan. Berangkat saat matahari membuka matanya, kami tiba di Cilacap saat dzuhur mengetuk pintu. Enam jam di jalan dan melewati jalur berlenggak-lenggok membuat saya terkapar saja.  Tiba-tiba sudah rehat sebentar di Masjid Raya Ciamis. Sisa perjalanan hanyalah tinggal sejarah saja.

Pesta walimah yang diadakan cukup sederhana, hanya menggelar tenda tarup di depan rumah tanpa diiringi organ tunggal. Akan tetapi, seperti walimah pada umumnya makan yang tesedia sangat menggugah selera. Saat mengambil jatag, semua menu dicicipi. Sayangnya karena isi perut sudah tidak ada, tenggorokan saya jadi trauma menelan makanan karena kelelahan, saya kurang nafsu makan jadinya. Hanya sampai teman-teman beranjak ke masjid lah saya bertahan memegangi piring makan saya.

Setelah salat jama’ dzuhur dan ashar, kami membuat forum ”interogasi”  dengan Mas Yul. Intinya ya menuntut untuk dikenalkan dan menanyakan bagaimana proses mereka dari awal. Forum dimoderatori oleh Gagarin Aditama, IF 2008.

“Istri saya Sugiasih ini dulu pernah satu SMA.”

“Pertama itu, saya mulainya dari firasat. Kayaknya yang ini nih jodoh saya…”

“Terus ya saya coba berdoa dan istikharah. Ternyata bener.”

Sebagaimana penonton yang menggebu-gebu kami, sangat reaktif dengan kata kunci – kata kunci yang disebut Mas Yul. Firasat, Doa, dan Istikharah.

“Jadi gimana tadi mas, firasat dulu. Terus istikharah.”

“Bukan bukan. Firasat dulu terus yakin mau maju nggak: keteguhan hati. Lalu doa dan istikharah.”

Peserta forum pun manggut-manggut kegirangan.

“Kalau dari mbak Sugi sendiri gimana mbak. Kok bisa-bisanya mau sama Mas Yul ini,” tanya moderator ke istri Mas Yul.

“Hmm… Gimana ya… Kepelet doanya mas yul kayaknya”, jawab mbak Sugiasih lugu. Seketika para hadirin forum pun tergelak.

“Nah, terus kita kan nggak bisa cuma doa aja nih mas. Bisa nggak diceritain gimana langkah riil nya nih…”

“Ya, ikhtiar. Berusaha terus lah.”

“Jadi mas, yang terakhir ini bentuk konkret ikhtiarnya gimana ya mas. Apakah menyiapkan dana dulu atau gimana mas. Biar yang disini bisa, eyaa..”

“Aduh… Yaa… banyak. Detailnya nanti kita buka forum di Bandung aja deh.”

“Ayo mas, dikit aja mas…”

“Ya, perbanyak silaturahim, ketemu orang tuanya saat lebaran, nanyain kabar. Begitulah. Lengkapnya nanti aja ya.”

Tentu saja memang bukan hanya itu ikhtiarnya. Mas Yul belum membuka seluruh rahasia yang dilakukannya. Penulis juga belum mengikuti forum interogerasi yang di Bandung. Kesimpulannya adalah dalam berjuang untuk melengkapi hidup ini kita harus melewati beberapa fase yaitu Firasat, Keteguhan Hati, Doa, Istikharah, dan Ikhtiar. Itulah tips & trik yang kami dapat dalam perjalanan ini.

Catatan kaki :

  • Dialog yang ditulis disini tidak 100% sesuai dengan keadaan karena tidak ada rekamannya. Penataan tempat dan kalimat dialog hanyalah improvisasi penulis.
  • Sebenarnya masih banyak cerita menarik dsalam perjalanan ini seperti saya yang “mabuk-mabukan”, debat Fikri dan Garin atas sebuah nama, percakapan di mobil, dan gotong royong hijau pada saat pulang. Akan tetapi, biarlah semua itu menjadi sejarah saja di dalam ingatan kita. 

Facebook dan Google+ : Perbedaan Hukum Asal Privasi

Privasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Menurut Paul Adam pada presentasinya yang saya ringkasi disini, justru privasi harus menjadi prioritas utama bagi pengguna umumnya dan perancang jejaring sosial pada khususnya. Kesalahan perancangan setelan privasi bisa membahayakan pengguna layanan kita atau bahkan memberikan rasa curiga pengguna terhadap sistem.

Privasi merupakan awal dari kepercayaan yang merupakan titik penting dari bisnis. Jika Anda membuat web bisnis dan perlu berkomunikasi dengan konsumen Anda atau antar konsumen perlu berinteraksi, pertimbangkanlah dalam-dalam masalah privasi ini. Tanpa ada privasi, tidak ada kepercayaan, kemudian tidak ada bisnis.

Penggunaan jejaring sosial yang tidak awas privasi bisa membuat bencana pada kehidupan nyata kita. Sayangnya, hal ini sering terjadi. Kasus nyatanya adalah saat salah satu mahasiswa ITB didemo karena “salah” mengejek salah satu suku di Indonesia pada dinding Facebooknya. Akhirnya dia diskors dan tidak jadi fast track langsung lulus gelar master. Dia tidak paham bahwa seluruh perkataan kita di jejaring sosial bisa menyebar kemana saja. Seperti yang dijelaskan oleh Paul Adam, ia adalah termasuk orang yang :

  1. meremehkan jumlah pemirsa dari kontennya, dan
  2. tidak mengira bahwa konten yang dibagi itu persisten

Hal ini dapat dipahami secara wajar karena dua hal di atas berlaku pada dunia nyata. Dalam dunia nyata kita bisa mengatur seberapa besar orang melihat/ tahu kita. Informasi yang kita aurakan juga cenderung bersifat sementara, bisa hilang. Tidak dalam dunia maya. Pos kita bisa dilihat seluruh dunia dan ada selama sistemnya ada. Terkecuali jika sistem layanan tersebut mendukung tingkat privasi yang tinggi dan terus mengingatkan penggunanya.

Contoh lain adalah saat saya melakukan Kerja Praktik di salah satu instansi di Bandung. Di sana saya menemukan berkas bertumpuk (di atas lemari di ruangan kerja) berisi bukti dan laporan beberapa mahasiswa yang diskors. Bukti berupa daftar tweet dan potretan layar. Isi tweetnya kurang lebih hanya sekedar keluhan terhadap sistem pendidikan atau kalimat lega karena sudah masuk liburan. Isinya kira-kira begini:  Continue reading

A-Z Archive: V! Challenge ~ Various Effects

Letter V. What are your theme with letter V? At first, it seems hard to find a picture beginning with letter V. But after squeezing my head, I found some picture that will fit the theme. Various pictures. It also begin with V. What a fitting theme for the letter. This is a collection of V picture and I applied some Picasa effect on it.

This picture was taken in front of my rent room. One day, when the morning still dark, I notice that the dawn sky gave this rare violet color. This picture then enhanced with Orlonish effect of Picasa to bring out the silhouette. The scenery that time was priceless and I think the picture is priceless as well. But, if you look at the scene on daytime, it is a very ordinary view actually. Yeah, that’s why I love silhouette picture. They change something ordinary to acceptable or great. Well, the scene at that time was nice though, at least for me.

Violet Vista

This is my high school’s principal’s car. I don’t know what type or brand it is. But it was an old, a vintage car. Well, it IS. This picture is enhanced by 1960′s effect of Picasa so that the antique feeling from the car shine more brightly.

Vintage Vehicle

Continue reading

Travel Theme: Street Market ~ Pasar Simpang Dago Bandung

I tell you. There is no term as “street market” in Indonesia. Why is that? Because, taking half of the street or the sidewalk and change it to shopping center is everyday phenomenon here. Not only that, you can find such thing almost everywhere. By everywhere I mean almost on every road segment on the country. At least you can find one of the so called “Pedagang Kaki Lima” five feet merchant on a segment of a road. Well, not in a tool road and highway of course.

Pedagang Kaki Lima called like that because when Dutch still around, they instructed us to build five feet wide sidewalk for each street. Gradually over time, some merchant made their own shop on top the five feet sidewalk hence “five feet merchant”.

Because we can see it everyday, Indonesian doesn’t think a street market as something special. So, when we make vacation on some tourist site, we never think to take picture of street market there. I am no exception. Now, when Ailsa invited me to join her photo challenge this week, I regret that. Why I never think that street market can an interesting object.

Here, I share some pictures of Pedagang Kaki Lima street market near my lodgement. Dago street, Bandung. The market is well known as “Pasar Simpang Dago” dago joint market. 

Morning street market on Simpang Dago

The picture above is the morning part of the market. It provides traditional Indonesian food for breakfast. At night, this street will filled with other market that sell food for dinner. At the picture below, you can see one of the Pedagang Kaki Lima. He sells “Lumpia Basah”. It literally means “wet spring roll” which means spring roll without frying. It is one of Indonesia’s food. Lumpia basah made from bean sprouts and eggs and lumpia’s skin. It tastes good you know.


Continue reading

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 3 of 3 : The Island

Summer. What does summer mean to you? Maybe most of you will think summer is hot or summer is life with glimmering sunny day or a time that you can go outside more. But, here in tropical country there is no season like that. Oh, maybe there is always season like that every day in a year. So I never exactly experience a summer day before.  For me, maybe summer means play. Summer means travelling. Ultimately, summer means beach and sea.

The Beach on Tangkil Island

Continuing the other two part, here I will present you the island of Tangkil in front of Mutun Coast, Lampung. If you don’t read the past part, head to part 1 : the Coast and part 2 : the Sea or you will regret it.  Mutun Coast and Tangkil Island both are a famous beach travel site on Lampung, Indonesia. The Sumatrean beach near Sunda Strait give you a nice sensation of calm sea and wind. It’s a perfect place to do a summer holiday or summer camp.

Tangkil Island is the place you don’t want to pass if you ever come to visit Lampung. Crossing the island by a boat for 20 minutes approximately, we can get there. The boat fee is cheap for just 2 dollars per person (20.000 rupiahs). No worry. You can ask the boatman to pick you up at appointed time. Easy.

The Beach on Tangkil Island

Continue reading

Jejaring Sosial Nyata (3 dari 3) ~ Privasi

Berikut adalah ringkasan ketiga dari slide presentasi yang berjudul The Real Life Social Network oleh Paul Adam (padday). Paul Adam adalah salah seorang enginer yang merancang Google+. Slide ini dipresentasikan pada Voices That Matter Web Design Conference, San Francisco bulan Juni 2010.

Ringkasan ini berfokus pada pentingnya privasi dalam jejaring sosial dan rendahnya pengetahuan orang tentang pesebaran konten di dunia maya.

Dalam slide ini, padday juga memperingatkan bahwa kita khususnya bagi pengembang web (layanan web apapun) dan pebisnis mau tidak mau harus bisa merancang bagaimana sistem jejaring sosial yang baik. Bagi kita para pengguna, slide ini juga berguna untuk memberikan pengetahuan tambahan bagaimana berjejaring sosial yang baik.


Privasi

Mengapa penting memberi orang kendali atas data mereka.

Privasi adalah proses pengelolaan batas. Hal ini berkaitan dengan mengendalikan seberapa besar orang tahu tentang kamu.

Konten publik tidak sama dengan konten yang dipublikasi. Orang bisa nyaman menyebar informasi ke setting publik satu tetapi tidak setting publik lain. Jika kamu menyebar informasi seseorang lebih besar sedikit dari yang ia harapkan, kamu bisa melanggar privasi orang itu. Sebentar lagi akan diberi contohnya.

Riset pada penggunaan Facebook menunjukkan hanya 8% dari pengguna membiarkan profilnya terbuka untuk dicari orang di pencarian Facebook. Kemudian, 64% dari pengguna mengeset profilnya menjadi “hanya teman”. Orang muda cenderung lebih peduli terhadap privasi dibanding orang tua. Kita sering berfikir orang tidak peduli dengan privasi karena tidak mau berurusan dengan pengaturan yang ribet. Padahal :

44% membatasi jumlah informasi personal tentang mereka di dunia maya
71% mengubah setting privasinya
47% menghapus komen tak diinginkan di profilnya
41% menghapus namanya dari foto

Kemudian,

orang meremehkan konsumen konten mereka.

Hal ini termasuk menulis sesuatu (termasuk status) yang bisa diindeks oleh mesin pencari, konsekuensinya konten tadi bisa dicari oleh orang.

Dalam dunia nyata, informasi kita hanya terbatas pada tempat kita berada. Hanya orang dengan jarak tertentu yang bisa melihat kita. Okelah orang juga menggosip. Akan tetapi, secara umum kita bisa mengatur seberapa besar gosip tersebut menyebar.

Dalam dunia maya, hal ini jauh berbeda. Kita kehilangan sifat dari dunia nyata tadi. Orang menulis konten secara publik tanpa tahu siapa yang akan membaca.

Pada masa kini mungkin saja status tersebut tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, orang di atas tidak mempertimbangkan majikan masa depan yang mungkin memperkerjakannya. Ingin jadi polisi misalnya dan calon bos menemukan status di atas, bagaimana jadinya?

Tugas kita sebagai desainer, untuk memastikan bahwa orang mengerti apa yang terjadi.

Masalah ini adalah masalah transparansi. Sistem kita harus sangat transparan dan kritis dalam menangani hal ini. Orang harus diedukasi terhadap konsekuensi dari setiap aksi mereka dan kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskannya.

Orang tidak sadar bahwa informasi mereka persisten

Ketika kita menggosipi orang, lalu orang itu datang, kita berhenti menggosip. Gosip tadi hilang. Akan tetapi jika gosip ini terjadi di Facebook, informasi ini akan ada selamanya untuk dilihat orang tersebut.

Bayangkan. Saat Anda umur 25 tahun, suami Anda menemukan bahwa Anda itu cewek sampah pada umur 17 tahun.  Continue reading

Jejaring Sosial Nyata (2 dari 3) ~ Pengaruh dan Identitas

Berikut adalah ringkasan kedua dari slide presentasi yang berjudul The Real Life Social Network oleh Paul Adam (padday). Paul Adam adalah salah seorang enginer yang merancang Google+. Slide ini dipresentasikan pada Voices That Matter Web Design Conference, San Francisco bulan Juni 2010.

Ringkasan ini berfokus pada hubungan manusia yang saling memengaruhi dan memiliki multi identitas.

Dalam slide ini, padday juga memperingatkan bahwa kita khususnya bagi pengembang web (layanan web apapun) dan pebisnis mau tidak mau harus bisa merancang bagaimana sistem jejaring sosial yang baik. Bagi kita para pengguna, slide ini juga berguna untuk memberikan pengetahuan tambahan bagaimana berjejaring sosial yang baik.


Pengaruh

Bagaimana orang berkomunikasi satu sama lain

Setiap orang memiliki pemirsa yang berbeda dalam komunikasi, juga terhadap setiap konten yang mereka miliki. Ada yang butuh dikomunikasikan ke sebanyak mungkin orang, ada yang orang tertentu. Ada kondisi yang butuh komunikasi satu ke satu, sedikit ke sedikit. Ada juga banyak ke banyak.

Bisnis perlu mempertimbangkan hal berikut dalam memilih kanal komunikasi pada pelanggannya :  Continue reading

Jejaring Sosial Nyata (1 dari 3) ~ Relasi Sosial

Ketika mendengar istilah jejaring sosial, kita langsung menghubungkannya dengan layanan web yang menghubungkan kita dengan orang lain. Pada dasarnya, jejaring sosial itu ada jauh sebelum internet ditemukan : ketika manusia bersosialisasi dan membentuk kelompok-kelompok.

Berikut adalah ringkasan dari slide presentasi yang berjudul The Real Life Social Network oleh Paul Adam (padday). Paul Adam adalah salah seorang enginer yang merancang Google+. Slide ini dipresentasikan pada Voices That Matter Web Design Conference, San Francisco bulan Juni 2010.

Ringkasan ini berfokus pada bentuk hubungan sosial manusia secara nyata dan bagaimana harusnya itu dirancang dalam web.

Dalam slide ini, padday juga memperingatkan bahwa kita khususnya bagi pengembang web (layanan web apapun) dan pebisnis mau tidak mau harus bisa merancang bagaimana sistem jejaring sosial yang baik. Bagi kita para pengguna, slide ini juga berguna untuk memberikan pengetahuan tambahan bagaimana berjejaring sosial yang baik.


Jejaring Sosial Nyata

Bagaimana orang terhubung satu sama lain dan apa itu artinya saat mereka daring.

Web mengalami perubahan mendasar

Web sebelumnya dirancang untuk saling menghubungkan dokumen antara satu dengan lainnya. Kemudian kita lihat web dikembangkan untuk memuat media sosial (social media). Kini kita lihat web berfungsi untuk menghubungkan orang satu sama lain. Orang tersebut kemudian membawa konten yang ia punya ketika berkunjung antara satu web dan web lain. Misal, kamu login sebuah situs berita dengan akun Facebook. Disana kamu akan muncul sebagai identitas Facebook dan profil serta jaringan temanmu ikut ke dalamnya.

Saat kita menggunakan mesin pencari, kita sendirian. Kita memperoleh jutaan hasil tetapi kita tidak menemukan orang lain. Tetapi perhatikan kita sering berbagi tautan (link) yang kita temu, kemudian membicarakannya dengan orang tersebut saat bertemu.

Kini, kita melihat interaksi sosial di pencarian. Orang-orang mulai memanfaatkan web untuk mencari informasi dari sesamanya, bukan dari bisnis lagi. Orang mulai mencari pendapat tentang suatu merk dari teman dan orang lain bukan lagi dari informasi “bisnis” yang diberikan. Seperti gambar di atas, entri pertama dan kedua adalah resep dari orang. Kentri keempat memiliki rating. Entri kelima barulah toko yang menjual banana split.

Orang kini lebih sering memanfaatkan web untuk berinteraksi dengan orang. Konsumsi kepada konten situs web mulai berkurang. Hampir setiap situs sekarang punya fitur sosial.

Pahami perilaku bukan teknologi

Kita menggunakan teknologi yang tidak ada beberapa tahun lalu. Ketika orang mendengar perubahan web, orang fokus terhadap teknologi. Perubahan yang cepat berarti merancang teknologi apa yang diperlukan selanjutnya. Akan tetapi, orang tidak peduli dengan teknologi. Mereka peduli dengan interaksi yang ditawarkan oleh teknologi itu.

Teknologi tidak mengubah cara kita berpikir. Jejaring sosial bukan hal baru. Sudah ribuan tahun orang berinteraksi satu sama lain, berkumpul menjadi grup-grup, menggosip, dll. Munculnya web sosial hanya berarti dunia maya itu mulai mengejar dunia nyata kita. Alat komunikasi kita mungkin berubah, tetapi cara kita berkomunikasi tetap sama polanya seperti ribuan tahun tadi.

Continue reading

A-Z Archive: U! Challenge ~ Umbrella

This week is letter U. U can be ukhti, unicorn,  underwear, or umbrella. But I don’t have yet saw any unicorn and I will never post my or anyone underwear here in this blog. Because I haven’t married yet, posting a photo of ukhti (religious muslim women) here will probably make me suffer in real life with gossip, rumor, jealousy, and dead sentence roaming around me. So probably umbrella is the best choice.

Large, Medium, Small. I forgot the Xtra Large one.

Continue reading

Travel theme: Summer ~ Monas

As you probably know, here in this tropical country like Indonesian, there is no such thing as season. There is no summer, fall, winter, or spring. We originally have two season: rainy and sunny. We originally have two seasons actually: wet/rainy and dry/sunny, penghujan and kemarau in Indonesian. Penghujan is April to September, when there’s mostly rain (and prob.flood) in that time. Kemarau is October to March when there’s mostly day with bright sun in that time. But due to global warming (maybe), now we face the same phenomenon all time of the year. Random weather.

So, when Ailsa invite me to join her photo challenge themed summer, I was blank. Even the official one give that theme one week later. I have no experience in summer yet. But It is a travel theme, isn’t it? Then, I decide to post a photo about my trip to National Monument, Jakarta. Jakarta is very hot, an embodiment of summer, maybe.

National Monument (Monas) is our country proud of independence.

National Monument, Jakarta

National Monument of Indonesia, Jakarta

Continue reading

Weekly Photo Challenge: Hands

Hands, it is this week’s photo challenge. It seems the theme is getting hard and harder every weeks, doesn’t it?

Hands can be instrumental in a photo – they emphasis, they hide, they reveal. They can be the star of the show, or just a prop to help the main attraction stand out better.

Okay, it is true. But the problem is It is never crossed in my mind, to take a photo of hand. I have no idea how to take a nice picture of hands. Hmm… Crawling my database, I just got these three picture. Not gorgeous, but hope you like it.

Choose your destination point

Continue reading

Utamakan Ukhuwah : Dan Kisah Dua Masjid di Belakang Rumah

Ikhwah artinya bersaudara. Menurut Hasan Al-Banna, Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Ukhuwah adalah konsekuensi dari takwa dan merupakan salah satu bentuk ghirah kita terhadap agama.

Pembukaan : Utamakan Ukhuwah

Konsep ukhuwah dalam islam ini sangat tinggi. Level pergaulan sesama muslim itu seharusnya setingkat dengan level sahabat. Hubungan persaudaraan antar mukmin mempunyai pertalian yang sangat erat dan bisa lebih kuat dari persaudaraan karena keturunan. Hal ini disebabkan persaudaraan ini timbul karena adanya persamaan aqidah. Tidak seperti hubungan persaudaraan atau persahabatan lain yang biasanya timbul karena adanya persamaan kepentingan. Persamaan kepentingan itu bisa hilang. Ketika hilang, bisa saja yang tadinya sahabat itu saling mencaci. Persaudaraan atas persamaan aqidah islam – selama aqidahnya lurus – akan langgeng sampai akhir hayat.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah ikhwah (bersaudara); karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu”. [QS. al-Hujurat/49:10]

Yang terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah seringnya saling berseteru hanya karena masalah fikih. Yang satu mencap yang lain sebagai orang aneh atau bahkan ahli bid’ah. Padahal seringnya fiqih yang dipermasalahkan ini adalah masalah remeh atau dua masalah yang sebenarnya keduanya ada dalilnya. Tentu saja hal ini tidak bisa dibandingkan dengan masalah ukhuwah.

Saya pernah mendengar suatu cerita, entah benar atau tidak. Di suatu desa, dua kelompok warganya berseteru. Kelompok yang satu berpendapat shalat subuh itu pakai qunut yang lain berpendapat tidak. Masing-masing kemudian membangun masjidnya sendiri bersebelahan. (Wah malah bagus itu, berarti shalat subuh disana ramai dong, sampai bisa bikin masjid sendiri-sendiri)

Continue reading

Akar Konflik : Mengapa Islam Banyak Tertimpa Masalah?

Konflik yang Dihadapi Islam

Seperti yang kita lihat sekarang ini, Islam banyak sekali menghadapi masalah. Dia seperti diserang dari semua arah. Dari dalam ada banyak mahzab-mahzab yang orangnya, bukan mahzabnya, sering kali bertengkar satu sama lain. Partai-partai saling tidak mengakui satu sama lain. Orang islamnya sendiri pun banyak yang tidak berislam dengan benar. Rakyat banyak yang klenik. Dakwah ditolak. Bid’ah merajalela. Dari pinggiran, eh ada yang ngaku-ngaku jadi nabi. Penerus Muhammad lah. Jibril lah. Al Masih lah. Yah, saya sebut pinggiran karena mereka berlabel islam, berbentuk seperti islam, mengaku islam, tetapi pada dasarnya bukan orang islam. Mereka membuat agama baru. Dari luar islam, serangan banyak dilakukan. Ada Islam Liberal, berlabel islam, berbentuk bukan islam, dan dasarnya bukan menganut sistem islam. Ada lagi kelompok yang lebih jelas permusuhannya seperti yahudi dan anteknya. Banyak sekali musuh islam.

Islam kini merupakan sorotan dunia. Di luar sana, islam dicap teroris. Di beberapa negara yang mengaku demokrasi malah mendiskriminasi penganut agama ini. Namanya agak kearaban dikit, dicurigai. Beberapa kasus malah berusaha memusnahkan islam dari daerahnya. Penganiayaan, pembantaian. Konflik di timur tengah apalagi. Abadi. Gak ada habis-habisnya. Atas nama siapa? Ya atas nama islam.

Kasus-kasus yang sedikit beraroma islam juga dibumbui dengan bumbu yang memojokkan posisi islam. Sebagaimana artis yang lebih disukai berita jeleknya dibanding berita bagusnya, islam pun begitu. Jika ada kejadian bernuansa konflik yang dimotori islam, dunia akan bergerak. Pemimpin dunia mengkritik dan mengutuk. Berita pun dibuat seolah-olah kejadian itu merupakan kedzaliman yang dibuat oleh islam walaupun fakta yang terjadi berkebalikan. Kejadian yang paling nyata adalah kasus protes warga bogor terhadap pembangunan gerja ilegal beberapa waktu lalu. Jika ada kebaikan yang dilakukan islam, tidak akan ada yang tertarik meliput. Apalagi bila islam yang tertindas, dunia akan bungkam. Contoh jelasnya adalah kasus Marwa Al Sharbini, di Jerman 2009 silam, yang dibunuh di dalam ruang sidang saat dia menuntut orang yang menghina jilbabnya. Suaminya pun ditembak polisi saat menyelamatkan istrinya itu. Akan tetapi, mana ada pemimpin dunia yang angkat bicara.

Beberapa saat yang lalu juga dunia islam Indonesia digemparkan dengan kedatangan mahluk asing pembawa perubahan (katanya) : Irshad Manji. Lagi-lagi, islam gerah. Protes banyak keluar di sana sini. Diskusi pun dipaksa dibubarkan.

Banyaknya konflik ini membuat pertanyaan : kok bisa. Sehingga beberapa orang mulai berspekulasi : islamnya nih yang bermasalahContinue reading

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 2 of 3 : The Sea

In the last week post, I talked about the beautiful beach-tourism site located in Lampung, Indonesia : Mutun Beach and Tangkil Island. This week, I will tell you the second part of the story with some photograph included, of course. Umm, actually this week post have more picture than story. Hope you enjoy it. If you have time, please come to Indonesia and go to this beach in Lampung.

Mutun Beach from the Sea

Standing from the coast, we can only imagine the beauty of the sea. Maybe we can see a part of it but we will never know the true nature. But when sailing we can feel the air and the emotion of the sea. Seeing through the horizon, we will notice how small we are and how vast the earth is. Seeing through the water we finally know the beauty inside the sea.

The horizon and the Keramba

Just another boat

Renting the traditional motor boat, we can go to the island of Tangkil at fifteen to twenty minutes ride. There is always boat ready to escort us to the island. Therefore don’t worry to take any boat at any time. I am not sure there is a boat at night though but there is lodging in the island if you want to stay.

Not only crossing the sea, the boat will bring us to circle the island before we land. We will be brought to a see through region of the sea around the Tangkil island. Some tourist even snorkel in here. Of course you are not allowed to leave the boat suddenly.

Continue reading