Travel Theme: Street Market ~ Pasar Simpang Dago Bandung

I tell you. There is no term as “street market” in Indonesia. Why is that? Because, taking half of the street or the sidewalk and change it to shopping center is everyday phenomenon here. Not only that, you can find such thing almost everywhere. By everywhere I mean almost on every road segment on the country. At least you can find one of the so called “Pedagang Kaki Lima” five feet merchant on a segment of a road. Well, not in a tool road and highway of course.

Pedagang Kaki Lima called like that because when Dutch still around, they instructed us to build five feet wide sidewalk for each street. Gradually over time, some merchant made their own shop on top the five feet sidewalk hence “five feet merchant”.

Because we can see it everyday, Indonesian doesn’t think a street market as something special. So, when we make vacation on some tourist site, we never think to take picture of street market there. I am no exception. Now, when Ailsa invited me to join her photo challenge this week, I regret that. Why I never think that street market can an interesting object.

Here, I share some pictures of Pedagang Kaki Lima street market near my lodgement. Dago street, Bandung. The market is well known as “Pasar Simpang Dago” dago joint market. 

Morning street market on Simpang Dago

The picture above is the morning part of the market. It provides traditional Indonesian food for breakfast. At night, this street will filled with other market that sell food for dinner. At the picture below, you can see one of the Pedagang Kaki Lima. He sells “Lumpia Basah”. It literally means “wet spring roll” which means spring roll without frying. It is one of Indonesia’s food. Lumpia basah made from bean sprouts and eggs and lumpia’s skin. It tastes good you know.


Continue reading

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 3 of 3 : The Island

Summer. What does summer mean to you? Maybe most of you will think summer is hot or summer is life with glimmering sunny day or a time that you can go outside more. But, here in tropical country there is no season like that. Oh, maybe there is always season like that every day in a year. So I never exactly experience a summer day before.  For me, maybe summer means play. Summer means travelling. Ultimately, summer means beach and sea.

The Beach on Tangkil Island

Continuing the other two part, here I will present you the island of Tangkil in front of Mutun Coast, Lampung. If you don’t read the past part, head to part 1 : the Coast and part 2 : the Sea or you will regret it.  Mutun Coast and Tangkil Island both are a famous beach travel site on Lampung, Indonesia. The Sumatrean beach near Sunda Strait give you a nice sensation of calm sea and wind. It’s a perfect place to do a summer holiday or summer camp.

Tangkil Island is the place you don’t want to pass if you ever come to visit Lampung. Crossing the island by a boat for 20 minutes approximately, we can get there. The boat fee is cheap for just 2 dollars per person (20.000 rupiahs). No worry. You can ask the boatman to pick you up at appointed time. Easy.

The Beach on Tangkil Island

Continue reading

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 2 of 3 : The Sea

In the last week post, I talked about the beautiful beach-tourism site located in Lampung, Indonesia : Mutun Beach and Tangkil Island. This week, I will tell you the second part of the story with some photograph included, of course. Umm, actually this week post have more picture than story. Hope you enjoy it. If you have time, please come to Indonesia and go to this beach in Lampung.

Mutun Beach from the Sea

Standing from the coast, we can only imagine the beauty of the sea. Maybe we can see a part of it but we will never know the true nature. But when sailing we can feel the air and the emotion of the sea. Seeing through the horizon, we will notice how small we are and how vast the earth is. Seeing through the water we finally know the beauty inside the sea.

The horizon and the Keramba

Just another boat

Renting the traditional motor boat, we can go to the island of Tangkil at fifteen to twenty minutes ride. There is always boat ready to escort us to the island. Therefore don’t worry to take any boat at any time. I am not sure there is a boat at night though but there is lodging in the island if you want to stay.

Not only crossing the sea, the boat will bring us to circle the island before we land. We will be brought to a see through region of the sea around the Tangkil island. Some tourist even snorkel in here. Of course you are not allowed to leave the boat suddenly.

Continue reading

Kepribadian Ganda : Dan Sekedar Laporan Pengamatan Perilaku Teman

Kepribadian Ganda atau bahasa kerennya Dissosiative Identity Disorder adalah penyakit psikis. Secara utama penyakit ini ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian berbeda yang bergantian mengendalikan perilaku orang. Salah satunya biasanya kepribadian asli dari si orang tersebut. Terkadang DID melibatkan hilangnya ingatan saat terjadi pergantian pengendali. Meskipun begitu, tidak jarang kepribadian pengendali yang mengetahui atau bahkan mengenal kepribadian lain dalam satu tubuh tersebut.

Kepribadian Ganda katanya bisa muncul karena stress ekstrem atau trauma. Setiap kepribadian biasanya memiliki kemampuan untuk bertahan dalam situasi stress tertentu. Kondisi kepribadian ganda ini memang hal yang gawat dan sulit disembuhkan. Akan tetapi, kepribadian ganda yang ingin saya singgung kali ini bukan kepribadian ganda yang ini.

Manusia adalah mahluk multiperan. Setiap dari kita punya lebih dari satu status, sebagai mahasiswa, sebagai anak, sebagai ketua organisasi ini, dll. Dalam menjalani setiap perannya, sering kali manusia itu memiliki perilaku yang berbeda dalam satu peran dan peran yang lain.

Tidak hanya multiperan, menurut teori pertukaran sosial (Exchange Theory) manusia itu pada dasarnya adalah mahluk pengejar keuntungan. Manusia dalam berinteraksi mempertimbangkan untung-rugi. Dengan demikian, bisa saja seseorang seolah memiliki kepribadian ganda karena memberikan perilaku yang berbeda kepada satu orang dan orang lain. Misalnya saja seorang pedagang yang cuek saat pengunjungnya tampak miskin dan ramah saat pengunjungnya adalah orang bule.

Contohnya lainnya adalah seorang pelamar pekerjaan menjadi anggota dewan. Di awal surat lamarannya dia memberikan janji-jani yang seolah dia akan mengubah dunia. Setelah jadi anggota dewan, yah Anda tahu sendiri lah.  Terdapat juga Partai Senso yang adem ayem saja selama ini. Tiba-tiba beberapa bulan menjelang pemilu partai ini berubah menjadi partai masyarakat. Ia banyak mengadakan acara bakti sosial, penyuluhan ini dan itu. Padahal pada bencana alam yang terjadi agak jauh dari pemilu, partai ini tidak bergerak apa-apa.

Tentu saja hal ini adalah fenomena yang mahfum kita alami. Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena itu sudah menjadi sifat alami manusia. Kasus ekstrem di atas adalah cerminan dari kurangnya prinsip dalam kehidupan mereka.

Contoh paling sederhana sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentu saja kita berperilaku berbeda antar satu teman dan teman lain bukan, tentu saja tidak seekstrem orang yang terkena DID atau kasus tinggi sebelumnya. Hal ini adalah hal yang paling wajar.

Disclaimer

Kelanjutan tulisan ini hanya berupa bahasan mengenai perilaku orang-orang di sekitar penulis. Memang penulis tidak memiliki maksud apa-apa dalam menulis hal tersebut. Akan tetapi, bisa saja orang tersebut adalah Anda. Jika begitu, apa gunanya bagi Anda? Anda kan mengetahui perilaku Anda sendiri. Jika yang tertulis ternyata salah, malah kemungkinan akan berefek buruk buat Anda kan. Bila orang tersebut bukan Anda, tentu saja hal tersebut tidak berguna bagi Anda. Belum lagi kalau Anda tidak kenal dengan dia. Tidak ada manfaatnya. Intinya :

Jangan baca kelanjutan tulisan ini. Atau baca dengan risikomu sendiri.

Continue reading

Pertemanan, Lingkungan, dan Kompetisi : Sekelumit Cerita dalam Melompati Batu Loncatan Pendidikan dan Kehidupan

Menurut teori kognitif sosial, perilaku manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan. Katanya, tiga komponen sosial : manusia, lingkungan, dan perilaku secara intens saling memengaruhi satu sama lain. Lingkungan dapat dibagi menjadi dua bagian. Satu: lingkungan fisik seperti tempat, ukuran ruangan, atau pencahayaan. Dua: lingkungan sosial, seperti keluarga, tetangga, dan kolega eh teman.

“Dekatilah orang yang menjual minyak wangi. Sesungguhnya bau wangiannya itu akan turut mewangikan kita. Jangan dekati tukang buat besi kerana bau busuk yang ada padanya akan melekat kepada diri kita.” (Hadits, katanya)

Dari hadits di atas jelaslah bahwa lingkungan itu memengaruhi kita. Rasulullah pun memerintahkan kita untuk mencari kawan atau lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan membawa kebaikan kepada kita. Lingkungan yang buruk akan membuat kita terhempas keburukannya pula.

Kompetisi hadir adalah pertarungan antar organisme, individu, organisasi, atau entitas (duh, ini bahasa inggris semua) dalam mencapai tujuan atau memperebutkan sumber daya [1][2]. Kompetisi hadir secara alami kapan saja dalam lingkungan. Selama hal yang diperebutkan pihak-pihak tadi tidak dapat dibagi, ada kompetisi. Terkadang kompetisi bahkan sengaja dihadirkan, terutama dalam pendidikan dan bisnis. Kompetisi akan memaksa setiap pihak untuk berjuang setinggi mungkin sehingga meningkatkan kualitas masing-masing pihak. Alasannya, karena hanya pihak yang paling berkualitas lah yang akan menang.

Datang bekompetisi, jadilah yang terbaik. (Olimpiade Sains Nasional)

Itu adalah slogan Olimpiade Sains Nasional yang ada di setiap kaos peserta OSN sejak penyelenggaraannya di tahun 2004. Kebetulan saya pernah menjadi salah satu wakil lampung saat OSN 2006 yang diselenggarakan di Pekan Baru, Riau. Ya, kompetisi adalah bagian dari kehidupan. Ia diperlukan untuk meningkatkan standar-standar yang ada.

Alur kehidupan itu dapat digambarkan dalam graf. Setiap titik dalam kehidupan itu hanyalah batu loncatan untuk titik lainnya pada garis nyawa. Setiap kemungkinan yang ada pada masing-masing titik merupakan cabang dalam graf berarah tersebut. Titik pada yang ingin kita tuju di masa depan sangat bergantung dengan titik di masa lalu. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkan graf tersebut untuk merancang masa depan kita atau membaca masa lalu. Baca makalah tugas mata kuliah Struktur Diskrit saya yang cupu disini.

Continue reading

Beautiful Landscape of Mutun Beach and Tangkil Island – part 1 of 3 : The Coast

I’ll even reach the sea, the origin of life, defeat it, and eventually meet you on that island.

Lampung positioned in Sunda Stait has many amazing beach and water tourism. One of them and maybe one of the most beautiful is Mutun Coast. Compared to another beach tour site, it is relatively new. The beach is clean and white just like powder, but not as soft as it of course :D . It’s virgin and well maintained I can say, not like the tainted beach on Java. I went to the beach in 2007 on our Science Club Activity “Karya Ilmiah Remaja” trip and the photo in this post was all taken at that time. I don’t know what it looks like now but I believe it’s still as beautiful as I set my feet there five years ago.

Just like Klara Beach provided in last week post, Mutun Coast is not far from the capital of Lampung, Bandar Lampung. It takes roughly 40 minutes by car. As we wait to please our eyes on the beach, we will be provided by enjoyable scenery on the way there (by there I mean the Klara Beach and Mutun Coast). The beauty of green trees, fields, and mountains is good to pass time. And we can see some mineral mountain excavated just like the picture below.

Continue reading

Abadan Kabar SensOpost : Rahasia Kehidupan

Suatu hari, pada tahun 1990, lahir dua anak bernama Jomes Fragile dan Vesica Urinaria. Lalu, mereka pun beranjak dewasa. Versica berubah menjadi gadis remaja nan jelita. Tapi Jomes langsung menangis jika Sica membobokkannya. Aneh sekali.

Orangtua mereka terkejut, setiap Jomes menangis ia berubah menjadi seorang pangeran. Satu bulan telah berlalu. Tapi mereka belum mendapat pasangan.

Orang tua mereka berputar-putar ke seluruh alam nan indah ini. Sejak ditinggalkan orang tua mereka, mereka selalu bertengkar. Ada aja masalahnya. Apa gerangan yang mereka rebutkan?

Ternyata sebuah kotak. Aduh.. Aduh..

Kalian ini hanya sebuah kotak kok rebutan to.. to. Ya ampuun.

Sesudah orangtua mereka pulang, mereka pura-pura akrab. Walaupun harus dipaksakan. Sebal hati Sica. Saat mereka pura-pura akrab nah ketahuan lu bedua pade. Mampus lu ya. Kapok. Cap jempol. Enak nggak?

Saat ditanya Buyut mereka, “Jom, Ca, ada apa sih di dalam kotak itu ?”

Mereka menjawab, “Fotonya Lopes’s bin Jurnalis dan gambar bola.”

“Memangnya untuk apa ?” tanya buyut mereka.

“Kalo foto untuk ditempel dan bola untuk main sepak bola.” Jawab mereka pelan.

“Lho, gimana caranye gambar bola kok bisa untuk maen bola dan gimana caranye lu pade bisa begitu. Buyut pengen tahu,” tanya buyut itu.

“Ya ditempel di bola”. Jawab mereka.

Beberapa hari kemudian mereka berdua mencari pohon. Tapi bukannya mencari pohon, ee… malah nyari Senso.

Sesampainya di laut, mereka sepakat setelah musyawarah bareng. Untuk mencari pisau listrik itu, mereka naik kapal layar. Setelah malam hampir tiba, Sica tidur dengan nyenyak, sementara Jomes berteman dengan sepi. Toh, pikir dia hari sudah larut malam mendingan aku tidur aja. Ketika mereka bangun mereka menemukan Senso.

Berhasil.. Berhasil.. Hore mereka menirukan gaya Dora dan Spongbob..

Setelah itu, akhirnya mereka berdua hidup bahagia selamanya….

Tulisan di atas adalah salah satu artikel kiriman pembaca sebut saja Khaerunnisa (umur sekitar 10 tahun pada waktu teks ditulis), adik salah satu editor eSPe. Artikel ini berjudul “Rahasia Kehidupan”. Ia diterbitkan pada rubrik dongeng SensOpost edisi abad 31 setelah proses editing ”seadanya”.

Abadan Kabar SensOpost : Pengenalan dan Cuplikan

Kehidupan sekolah memang fase yang dipenuhi dengan hal-hal lucu. Setiap kita pasti punya keisengan  bersama teman sepermainan masing-masing yang dijalani pada masa-masa tersebut. Atau tidak?

Pada saat saya SMP dan SMA, salah satu keisengan saya dan sobat adalah membuat sejenis surat kabar atau majalah sekolah yang isinya humor. Humornya sih jayus dan sering kali terlalu tinggi untuk dimengeri. Apalagi kebanyakan isinya merupakan rekaman kejadian sekitar (ya iya lah, ini kan surat kabar) sehingga pembaca yang tidak mengalami langsung tidak akan memahami isi cerita.

SensOpost (dibaca senso post, disingkat eSPe) diprakarsai oleh empat orang: saya sendiri, teman saya, teman saya yang lain, dan teman saya yang satunya lagi. Keempatnya berperan sebagai editor. SensOpost dimulai sebagai reaksi terhadap guru kesenian yang menegur si teman saya yang satunya lagi ketika ia menggambar senso pada pelajaran. Makanya, SensOpost.

SensOpost adalah self proclaimed koran walaupun bentuknya seperti majalah. Memang sih empat abad yang pertama ia memiliki tata letak (layout.red) seperti koran. Saat menjadi majalah, SensOpost dapat dikenali dengan ciri logo senso (berubah menjadi silet di abad 3x) di atasnya dan kover yang terbalik dengan isinya. Dengan kover terbalik ini, pembaca akan terlihat seperti membaca buku terbalik saat ia membaca isi secara normal.

Continue reading

Facebook dan Google+ : Mengapa Google+ Terlihat Sepi

Pada waktu Google meluncurkan platform jejaring sosial barunya, Google+, semua penduduk Internet bergairah untuk mencobanya. Akan tetapi kini, Google+ hampir seperti kota kosong. Benarkah?

Tidak juga. Akun Google+ Anda kelihatan hampa mungkin karena beberapa hal.

  1. Teman Anda sedikit yang ada disana.
  2. Meskipun banyak teman Anda yang sudah Anda lingkari, mereka sama-sama tidak aktifnya dengan Anda.
  3. Lingkaran Anda hanya berisi teman-teman seperti layaknya Facebook.

Ketika penduduk Internet beralih dari Friendster ke Facebook beralih pula tren dunia dari kecenderungan promosi diri dengan halaman alay ke kecenderungan curhat dan interaksi dengan halaman rapi. Coba tengok sebentar tulisan teman saya tahun 2009 ini dan amati bagian komentarnya. Cukup lucu. Banyak orang yang tak rela (halaman profil) Friendster dikatai alay. Coba banyangkan pada tahun ini pasti tidak ada lagi orang yang mau membuat halaman sakit mata seperti itu lagi. Banyak yang tidak tahan, mereka pun mencoba-coba Facebook. Pada akhirnya, Facebook menang dan Friendster mati.

Kemudian Google membawa sesuatu yang seolah dapat menggantikan Facebook. Dengan mendengar kata jejaring sosial, mungkin banyak orang berfikir bahwa Google+ itu akan seperti Facebook: tempat sesama teman saling curhat ke dunia. Ternyata tidak! Sama seperti kasus Friendster tadi, Facebook sudah punya gaya alaynya tersendiri: curhat dan laporan status mundan. Google+ sang pembawa risalah baru jelas lebih terasa unsur resmi dan normatifnya. Terasa janggal gimana gitu saat kita menulis status “Makan-makan ayam bakar pak Kumis” di Google+. Iya bukan? Continue reading

Facebook’s friend ~ Teman di Facebook

Most of you probably have hundreds if not thousands of “friends” on Facebook. I guess 500 is everyone average. But I just reach my second hundreds, 200 last week.

Kebanyakan dari kamu mungkin punya ratusan jika bukan ribuan friend alias teman di Facebook. Ya, rata-rata sekitar 500 teman lah ya. Kalau saya beda, saya baru menggenapi angka 200 minggu kemarin.

For the last three years, I have my Finds Friend button hanging over my blue bar and on the left-side panel. Some friends then ask why when they saw that: “how the hell you have that button”. I just said “don’t know, maybe because my friends is still a few”.

Tiga tahun belakangan ini, saya punya tombol Find Friends di batang biru Facebook saya dan juga di panel samping kiri. Beberapa orang yang melihat sampai bertanya “kok kamu ada tombol itu sih”. Saya cuma menjawab “nggak tahu ya, mungkin karena temanku masih dikit”.

In the early of my dwelling on Facebook, I even had under 40 friends. It lasted for at least two years. Yeah, I didn’t even tell my college friends my Facebook account. I just said I don’t own Facebook (which is true).  The Facebook Friends at that time is my buddy from high school that accept my challenge to prove whether I have Facebook account or not. And if I have, what is the account. That challenge is written in the form of blog post titled Probatio Diabolica that contain the essay that proving someone’s Facebook account is nonexistent is hard and nearly impossible. Devil proof aka Probatio Diabolica. Yeah, that is my Facebook’s account’s name.

Di awal semedi saya di Facebook, saya bahkan  hanya mempunya di bawah 40 teman. Hal itu berlangsung setidaknya dua tahun. Ya, saya bahkan tidak mengumumkan akun Facebook saya ke teman-teman kuliah. Saya cuma bilang “Saya gak punya Facebook” (dan itu benar). Teman Facebook waktu itu hanyalah sobat SMA yang menerima tantangan untuk membuktikan apakah saya punya akun Facebook atau tidak. Dan jika saya punya, apa akunnya. Tantangan tertulis dalam bentuk artikel blog berjudul Probatio Diabolica yang berisi ulasan bahwa membuktikan akun Facebook seseorang itu tidak ada adalah hampir tidak mungkin.   Devil Proof alias Probatio Diabolica. Ya itulah nama akun Facebook saya.

Continue reading

Kelapa Rapat Beach, Lampung

Kelapa Rapat Beach

Kelapa Rapat is one of many famous beach in Lampung Province located in Teluk Ratai, Pesawaran. Kelapa Rapat basically means “dense coconut” because of many coconut tree around the beach. It’s usually called Kelara for short (or Clara for fancy English version :D ). The landscape here is beautiful signified by the white sand and blue water. The beach’s wave is nearly nonexistent make it a perfect place for swimming.

The sea water is still blue transparent and has no wave.

Continue reading

Pelabuhan Nelayan, Panton, Tanjungbalai

Panton adalah pelabuhan nelayan di dekat Kota Tanjungbalai. Meskipun begitu, dari kota jarak tempuhnya hampir mencapai satu jam. Ya, pelabuhan ini bukan lagi ada di Kota Tanjungbalai tetapi masih di Kecamatan Tanjungbalai, Bagan Asahan.

Pelabuhan panton berbentuk segi empat lebar dengan jalan kecil berbeton di atas perairan. Di atas jalan ini banyak sekali pedagang yang membuka lapak sebagaimana yang sering kita lihat di taman kota atau sekitar masjid saat jumatan. Pelabuhan ini seolah-olah menjadi tempat wisata sendiri bagi masyarakat sekitar, padahal bukan. Banyak juga yang mancing disini. Meskipun begitu, masuk kesini biasanya dicegat anak muda setempat yang berlaku seperti penjaga gerbang tempat wisata pada umumnya: minta ongkos masuk.

Bentuk Segiempat Pelabuhan Panton

Continue reading

Pantai Bunga Batubara, Ramai dan Berpasir Putih tapi Tak Terurus

Sekitar satu jam dari Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara terdapat sebuah tempat wisata yang cukup digemari masyarakat sekitar. Pantai Bunga namanya. Pantai ini terletak di wilayah pesisir timur Sumatera Utara dan berada di daerah Kabupaten Batubara. Pantai Bunga memiliki tanah berpasir yang sangat putih. Akan tetapi, pantai ini sangat kecil dan minim wahana-wahana wisata. Tempatnya pun terasa kurang terurus meskipun relatif bersih dibanding pantai terkenal lain. Panjang lokasi wisata hanya sekitar 100-200 meter saja.

Pantai Bunga, Batubara

Di sekitar Pantai Bunga sebenarnya ada objek wisata pantai-pantai lain loh seperti Pantai Sejarah dan Pantai Datuk, tetapi yang saya dan keluarga kunjungi waktu itu adalah Pantai Bunga ini. Masuk pantai ini dari jalan raya luar juga cukup jauh, belasan kilometer. Di jalan ini kita disuguhi pemandangan pepohonan sawit dan daerah perkebunan. Jalannya juga cukup bagus dan lancar.

Continue reading

Sesuatu yang Sepertinya Menarik

Setelah beberapa hari menulis tulisan berupa laporan perjalanan (baca: jalan-jalan) dengan disertai sejumlah foto yang tak tanggung-tanggung, saya berniat untuk menggenapi tulisan satu minggu ini dengan tema serupa. Sayangnya, saya tidak mendapatkan wangsit untuk menulis hal tersebut. Ada perjalanan yang mungkin bagus tetapi kurang informasi dan foto yang terkait. Tidak ada fotonya tidak seru kan. Ada perjalanan yang punya banyak foto tetapi ceritanya biasa saja, tidak kepikiran narasinya, atau terlalu timpang ke kejadian tertentu. Sepertinya saya mengalami  kebuntuan penulis “writer’s block“.

But the show must go on.

Kalau tidak, bisa-bisa  blog ini bisa terlantar lama lagi.

Oleh karena itu, kali ini saya memutuskan untuk menyatukan beberapa foto yang diambil di sekitar Bandung yang saya anggap cukup menarik. Tidak semenarik itu sih sebenarnya, tapi ya apa boleh buat. Namanya juga lagi buntu. Saya harap teman-teman bisa menikmatinya.

Saya memulai dengan sebuah buku yang saya temukan di Gramedia. Maklum, lagi masa-masanya jadi saya dahulukan foto buku ini. Masa-masa tugas akhir atau lebih dikenal skripsi di sebagian besar perguruan tinggi. Buku ini menawarkan trik cepat menyelesaikan tugas akhir. 30 hari katanya. Untuk lebih meyakinkan lagi, lihat di sebelah kanan bawah, penulisnya adalah biro jasa penulisan skripsi. Dengan bangga ia menulis begitu. Miris sekaligus ingin tertawa saya. Apalagi setelah ada salah satu situs biro skripsi yang secara sengaja menyalin daftar makalah dari situs salah satu dosen saya. Cuma bisa berdecak-decak saja deh.

TA? Hmm.. Apa saya beli buku ini aja ya...

Continue reading

Jalan-jalan ke Danau Toba: Bagian 2/2 – Pulau Samosir

Samosir District's Map

Peta Samosir pada pelabuhan Tomok

Pulau Samosir adalah pulau terbesar di tengah danau toba. Sama seperti danau toba, wilayah pulau ini tidak mungkin bisa dijamahi dalam waktu sebentar. Bandar di seberang pantai wisata Parapat adalah desa Tomok. Desa ini hanyalah satu dari desa-desa wisata yang ada pada pulau Samosir tentu saja.

Untuk dapat menyeberang ke Tomok dari pantai wisata Parapat, kita harus menggunakan kapal penumpang kecil berukuran 20-30 orang. Terdapat cukup banyak kapal hilir mudik menyediakan jasa penyeberangan atau sekedar berputar-putar di perairan Toba dekat parapat. Penyeberangan memakan waktu 30-45 menit. Ongkos penyeberangan berbeda-beda menurut tanggal. Pada waktu saya menyeberang, tanggal 1 Januari 2011, ongkosnya Rp20.000,- per orang  sekali jalan (kalau tidak salah ingat).

Ketika menyeberang, kita tidak langsung dibawa ke pelabuhan kecil di Tomok. Kapal akan berputar haluan sebentar untuk memanjakan penumpang dengan suasana danau. Selain itu, kapal akan mengunjungi sebuah tebing batu gantung. Ya, di tebing ini terdapat batu seukuruan satu meter berbentuk manusia. Batu ini bergantung di sisi bawah tebing yang menjorok ke danau. Konon katanya, batu ini jelmaan seorang gadis karena ia ingin bunuh diri. Continue reading