<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Kemaren Siang</title>
	<atom:link href="http://albadrln.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://albadrln.wordpress.com</link>
	<description>Baru Dibuat Beberapa Hari, Nggantiin yang lama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2011 08:08:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='albadrln.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b8adf8cc1ac32b11b075920c7969c45c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blog Kemaren Siang</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://albadrln.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Kemaren Siang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://albadrln.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lebaran At Metro, With Love</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/11/lebaran-at-metro-with-love/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/11/lebaran-at-metro-with-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 22:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Bukan bermaksud durhaka kepada orang tua, atau diusir oleh orang tua. Lebaran kali ini, sama seperti kemarin, saya tidak pulang ke rumah – Tanjung Balai, Sumatra Utara. Sebaliknya saya memilih untuk mengunjungi mantan kampung, Kota Metro tercinta. Apa boleh buat. Saya tak menginginkan lebaran makan kurma, madu, dan arum manis lagi seperti tahun kemarin. Mengunjungi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=730&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan bermaksud durhaka kepada orang tua, atau diusir oleh orang tua. Lebaran kali ini, sama seperti kemarin, saya tidak pulang ke rumah – Tanjung Balai, Sumatra Utara. Sebaliknya saya memilih untuk mengunjungi mantan kampung, Kota Metro tercinta. Apa boleh buat. Saya tak menginginkan lebaran makan kurma, madu, dan arum manis lagi seperti tahun kemarin. Mengunjungi sobat-sobat lama, dan guru-guru yang telah berjasa sepertinya jauh lebih agung dan menantang dibanding mengunjungi mall-mall yang tutup dikala lebaran.</p>
<p><span id="more-730"></span></p>
<p>Pulang dengan bus langsung sewaan UBALA kali ini adalah rekor perjalanan pulangku tercepat. Perjalanan Balam-Bandung biasanya ditempuh 12 jam atau lebih. Kali ini, kami berangkat dari depan kampus pukul 8 pagi dan sampai di Bandar Lampung pukul 5 sore. Perjalanan yang cepat. Sebenarnya bus ini merangsek sampai ke Metro. Tetapi aku tak tahu, dan sudah terlanjur membuat janji ke Rizky Alfian sahabatku untuk tinggal ditampatnya semalam. Maka berhentilah kami – saya dan Rizky – di Natar ke tempat uwanya. Sampai di sana, wangi pisang goreng semerbak menyambut kami, ohh nostalgianya. Dasar Bandung minim pisang goreng.</p>
<p>Paginya kami berangkat ke Metro. Naik bus ekonomi dari karang, sesaat sebelum Jumatan sampailah kami di rumah Annas sahabatku yang bersedia menampungku selama liburan. Mengundang teman-teman SMPku (teman-teman SMAnya Rizky), kami pun menghabiskan sore di Jumat itu dengan mengobrol dan tertawa. Tentu saja bahasan anak swasta (mahasiswa tingkat akhir) seperti kami ini bisa ditebak. Apalagi si Rizky yang – Alhamdulillah – telah mempunyai calon yang akan didatangi lebaran ini.</p>
<p>Malamnya di rumah Annas, obrolan kami tak jauh berbeda. Rizky meminta wejangan dan tips kepada orangtua Annas dan kak Bachtiar (kakak Annas) beserta istri tentang pernikahan, lamaran, dan sejenisnya. Obrolan cukup hangat bagiku. Pada obrolan ini, Rizky ditempatkan sebagai golongan Praktisi, semua yang ingin serba praktis. Pengusaha. Ingin cepat nikah. Aku ditempatkan sebagai golongan Akademisi, lumayan dalam kuliah. Dan Annas sebagai pegawai, bagian dari Government, yang sudah memiliki pekerjaan. Sudah kayak tiga sector perekonomian aja.</p>
<p>Beberapa tips yang didapat : Untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, sebaiknya dua calon dekat dulu. Tidak perlu pacaran. Yang penting membicarakan dulu apa yang akan dilakukan setelah menikah. Misal, biaya hidup, biaya kuliah, tempat tinggal. Taktik saat lamaran. Dan penyamaan visi dan kesepakatan lain. Jangan sampai tidak jelas saat menikah. Masing-masing pasti punya mimpi sendiri yang ingin dicapai, hobi yang ingin disalurkan, rembukkan agar bisa saling menyokong.</p>
<p>Taktik saat melamar : Siapkan segala amunisi. Matangkan visi dan misimu. Bussiness Plan mu. Antisipasi setiap pertanyaan yang kira-kira akan dijawab. Berkoalisilah dengan calon yang akan dilamar, kalau bisa sampai dia bilang tak mau jika tidak nikah denganmu. Camer pengusaha cenderung lebih mudah diajak negosiasi, karena ia terlatih untuk mengambil risiko – <em>risk taker</em>. Camer pegawai cenderung rumit, butuh kejelasan finansial, dll karena selalu ada di zona aman. Tentunya kita harus pamah melotok tentang keluarganya, latar belakang, dan lain-lain untuk strategi. Cari cerita real tentang kondisi yang kalian hadapi, misal anak kedokteran yang menikah pada tingkat dua dan menjalani <em>long distance relationship</em> tapi lulus dengan sukses. Cerita ini untuk membuang rasa resah camer dan membuatnya lebih <em>risk taker.</em></p>
<p>Saran untuk akademisi (baca: saya.red) : Jangan buru-buru menikah. Kejar akademiknya, kalau bisa dikebut. Terus sampai ke jenjang yang tinggi sekalian dengan cepat. Keluar negeri juga lebih bagus lagi. Kita juga masih kekurangan akademisi berkualitas di negeri ini. Dan kalau mau menikah jangan sampai menginterferensi akademik. Rencanakan lebih matang lagi, agar bisa saling mendorong.</p>
<p>Hmmm… Diskusi malam yang cukup menggugah.</p>
<p>Keesokan harinya aku ikut reuni terpusat alumni 2005 SMP Negeri 1 Metro. Cukup banyak orang yang datang, 70an orang. Beberapa wajah familiar tidak ku ingat namanya. Dan tentu saja, wajah-wajah wanita yang datang sebagian besar memang tak ku kenal. Ya ampun, buruknya diriku, padahal hampir semua dari mereka (sepertinya) mengenalku.</p>
<p>Hari-hari esoknya dipenuhi dengan touring keliling Metro. Beberapa sahabat setia menjemputku ke rumah Annas. Ahmat Khoeruddin, Firli Satriyawan, Rizky CEP. Khafidz Mubarak aka Kapet pun kadang-kadang turut hadir. Target touring standar saja, tempat-tempat mereka juga. Kadang ke tempat Syaiful Fajri. Kadang ke rumah Ferdian dan dibiarkan begitu saja terdampar di halaman. Dan ketempat sahabatku Adi Hayu yang ketua OSIS dan anak polisi itu.</p>
<p>Malam lebaran, seperti biasa ritual tahunan grup liqo “ulul albab” aka Dzollimers pun touring kelolong Metro. Biasanya acaranya adalah buka bareng ditraktir oleh Firli, maklum calon camat. Kemudian takbiran keliling, melihat kembang api di Masjid Takwa sambil mengobrol ria. Jauh lebih baik dibanding sepi sendiri di Bandung tentunya.</p>
<p>Saat lebaran giliran mengunjungi rumah-rumah teman yang belum sempat dikunjungi saat pemanasan, pra-lebaran. Terkadang aku juga diajak Annas untuk mengunjungi kerabat-kerabatnya. Yah, cah lanang baru kata ibu Annas mengenalkan ku ke setiap pemilik rumah yang kami kunjungi. Senang juga bisa bertemu banyak orang yang tak ku kenal. Sayang jarang yang punya anak gadis, hehe.</p>
<p>Aku ingin sekali mengunjungi semua guru SMP dan SMA ku. Yang paling kurindukan adalah Ibu Yun Asmi, Ibu Fatimah, dan Ibu Rosa guru-guru SMPku. Bapak Ismadi, Bapak Tejo, dan Ibu Ning guru-guru SMAku. Tapi apa boleh buat, waktu yang membatasiku hanya satu guru SMA dan satu guru SMP yang sempat kukunjungi. Beruntung aku juga sempat mengunjungi Murabbi SMA ku kak Muslim di Way Jepara (bahkan sempat berkunjung ke Way Kambas juga). Entah kapan lagi aku bisa bertemu mereka.</p>
<p>Terima kasih sahabat yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu kalian. Terima kasih karena telah bersedia memakmurkan diriku yang pelancong ini di masa liburan bersama keluarga kalian. Terima kasih atas sambutan, kehangatan, tertawa lepas, dan segala cerita yang kalian berikan. Terima kasih atas segala akomodasi lengkap yang telah kalian siapkan dan doa yang kalian haturkan. Aku juga sama sekali tidak mengeluarkan uang saat mengunjungi metro ini, semua berkat kebaikan kalian. Terima kasih, semoga aku bisa membalasnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=730&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/11/lebaran-at-metro-with-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngeteng 2011 : Metro-Bandung</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/ngeteng-2011-metro-bandung/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/ngeteng-2011-metro-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 16:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ngeteng biasanya lebih lancar dari bus langsung. Faktor utamanya biasanya di pelabuhan. Antrian kendaraan bisa sangat panjang, sehingga anda harus menunggu sangat lama. Macet di pelabuhan. Kalau anda jalan kaki tentu saja bisa menghemat waktu lebih besar. Well, kelancaran sebenarnya hal yang relatif. Terakhir saya melaju dari Metro ke Bandung, ada ‘insiden’ sedikit. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=725&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan ngeteng biasanya lebih lancar dari bus langsung. Faktor utamanya biasanya di pelabuhan. Antrian kendaraan bisa sangat panjang, sehingga anda harus menunggu sangat lama. Macet di pelabuhan. Kalau anda jalan kaki tentu saja bisa menghemat waktu lebih besar.</p>
<p><a href="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/09/dsc00054_macet_res.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-732" title="DSC00054_macet_res" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/09/dsc00054_macet_res.jpg?w=410&#038;h=308" alt="" width="410" height="308" /></a></p>
<p>Well, kelancaran sebenarnya hal yang relatif. Terakhir saya melaju dari Metro ke Bandung, ada ‘insiden’ sedikit. Saya mulai jalan dari Metro pukul 17.30. Dengan waktu sesore ini, bus di Metro masih ada tapi hanya sedikit. Tak beruntungnya, saya mendapat bus kecil. AC sih, tapi biasanya lebih besar, yang ini ukuran 25 kalau tak salah kernetnya bilang. Mungkin karena masih lebaran ke 6 hari Senin, bus itu penuh. Tak dapat kursilah awak. Mau tak mau berdiri pula saya di bus. Untung ada koper yang cukup besar, bisa diduduki.<span id="more-725"></span></p>
<p>Karena aku duduk (pada koper) ditengah bus dekat pintu, aku pun dapat ekslusivitas ngobrol dengan kernet. Makanya aku bisa tahu kalau bis ini ukuran 25. Aku juga tahu kalau bus ini bus terakhir kedua yang jalan dari Metro sore itu. Jalan dari Metro ke Bandar Lampung sampai kemarin juga sangat ramai, padat sehingga di sore hari kemacetan bisa sampai 4 jam. Wuih, perjalanan Metro-Balam yang tadinya 1 jam, jadi 5 jam dong.</p>
<p>Duduk tanpa sandaran, membuat guncangan mobil sangat kencang. Tak pelak, mentalku yang lemah di dalam mobil membuat kadar pusing di kepala lambat laun meningkat. Obrolan dengan kernet mungkin membantu, tetapi hanya sementara. Beruntunglah sesaat (sekitar 10 menit) sebelum sampai ke terminal aku dapat tempat duduk normal. Untuk menenangkan kepala. Tapi memang kurang beruntung, beberapa saat setelah turun dari bi situ keluarlah Mie Rebus yang kumakan di tempat Syaiful sore tadi. Maaf ya ipul.</p>
<p>Dalam keadaan pusing ria aku mencari bus ke Bakau. Ternyata layout Rajabasa sudah berubah. Tempat mangkal bus sudah berubah posisi, termasuk yang ke Bakau. Diberitahu kernet tadi aku menuju ke daerah deretan bus. Naiklah aku ke bus paling kanan, yang tampaknya sudah mau berangkat. Kernetnya yang semangat mencari penumpang rupanya tak melihatku. Cukup lama baru dia menyadari aku ada di dekat pintu bus itu. “Ada kursi kan bang?”, tanyaku memastikan. Aku tak mau tiga jam berdiri kali ini.</p>
<p>“Iya duduk kok.”, kata abangnya. Koper disimpan ke bagasi, aku pun naik. Ternyata tempat dudukku paling belakang, dan sudah padat dengan penumpang. Kursi panjang itu muat enam orang, dan aku orang ke empat. Yah, walaupun orang ke empat tapi karena ada penumpang “Orang Indonesia” di kursi panjang itu yang memakai 1,5 porsi tempat duduk (tasnya juga duduk di kursi), space yang ada tidaklah banyak. Untung aku tidak ditengah, karena disana tak ada senderan. Duduk tanpa menyender sama saja seperti bus sebelumnya tadi. Setengah senderan cukuplah membuatku bersyukur.</p>
<p>Beberapa saat kemudian aku melihat ke depan dan ke jendela. Kagetlah diriku. Bus itu sempit, kursi 2-3. Jendela dibiarkan terbuka. Beberapa kursi tempel ditengah. Bus ekonomi ku naiki. Jyah, salah naik bus. Sudah duduk berhimpitan, koper sudah dimana, mau bagaimana lagi. Pasrah, aku pun mencari posisi senyaman mungkin.</p>
<p>Konsekuensi naik bus ekonomi adalah lama. Bus ini terkenal tidak akan jalan jika tidak penuh penumpang. Ngetem dimana-mana. Mencari penumpang yang rela memenuhi koridor tengah. Tapi ada untungnya juga rupanya. Karena jendela dibuka, udara dalam bus sama dengan udara di luar. Dengan demikian, sifat mabuk atau pusingku bisa diredam. Meskipun ini menimbulkan masalah lain, jika terlalu lama aku bisa masuk angin.</p>
<p>Target sampai di Bakau jam 9 tertunda 45 menit. Untung saja kawanku dari kalianda, Abdurrisyad Fikri bersedia menunggui. Kami pun membeli tiket kapal. Melewati penjaga di mesin pembatas nonaktif yang meminta kartu yang hanya dibawa sejauh 3 meter saja. Masuk ke dermaga tiga dan menunggu kapal.</p>
<p>Setengah jam kemudian Panorama Nusantara datang. Kapal ini sangat besar. Punya dua buah café. Sepertinya memang digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Deck yang dimilikinya dua puluhan. Kebanyakan ekonomi. Ada area bertempat tidur pula, tapi tidak dibuka saat itu. Dan <em>as usual</em>, WC yang ada banjir dan berbau sangat pesing. Kami memilih ke ruangan paling mewah, ruang Kelas I yang hanya merupakan perombakan dari café yang tidak sedang dipakai. Banyak matras dimana-mana. Kami memilih kursi café dipojokan, sambil melihat ruangan dipenuhi keluarga-keluarga, anak rewelnya, dan ibu bawelnya. Ruang kelas I pun berubah menjadi pondok pengungsian. Dingin sih, tapi gelap, dan berisik.</p>
<p>Setelah hampir satu jam bersandar, kapal berangkat. Karena besar mungkin goyangan ombak tidak begitu berefek terhadap Panorama Nusantara ini. Dua jam perjalanan kami diisi dengan mengobrol ngalor ngidul, dan istirahat malam dengan porsi 50:50. Cerita selanjutnya adalah cerita biasa setiap ngeteng. Masuk dermaga Merak. Naik bis Arimbi. Beli popmie. Subuhan di Bus. Jam enam sampai di Leuwi Panjang. Naik Damri ke Dago. Sampai kosan langsung cek internet. Maklum anak IF.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=725&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/ngeteng-2011-metro-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/09/dsc00054_macet_res.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00054_macet_res</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Why Ngeteng? A preambule of Story.</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/why-ngeteng-a-preambule-of-story/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/why-ngeteng-a-preambule-of-story/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 15:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=722</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa kali ini, ketika mudik ke lampung atau balik ke bandung (dari lampung tentunya) saya melakukan aktfitas ngeteng. Untuk yang belum tahu, ngeteng artinya memutus-mutus. Secara istilah, ini berarti melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan memakai sarana transportasi berangkai sesuai jalur yang dilalui sehingga perjalanan tersebut tidak hanya menggunakan satu transport [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=722&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa kali ini, ketika mudik ke lampung atau balik ke bandung (dari lampung tentunya) saya melakukan aktfitas ngeteng. Untuk yang belum tahu, ngeteng artinya memutus-mutus. Secara istilah, ini berarti melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan memakai sarana transportasi berangkai sesuai jalur yang dilalui sehingga perjalanan tersebut tidak hanya menggunakan satu transport atau biro secara langsung.</p>
<p>Ngeteng saya pilih karena biaya yang dikeluarkan hampir setengah dari biaya perjalanan langsung metro-bandung atau sebaliknya dengan bus. Biaya bus langsung bisa mencapai Rp225.000 (Pahala Kencana hari biasa), dan yang paling murah adalah Rp150.000 (DAMRI, hari biasa). Pada hari lebaran, biasanya biasa bus ini naik sampai dua kali lipat.</p>
<p><span id="more-722"></span></p>
<p>Rincian biaya ngeteng Metro-Bandung adalah sebagai berikut. Berangkat naik bus AC dari Metro ke terminal Rajabasa (memakan waktu sekitar 1 jam) dikenai biaya Rp12.000,-. Kemudian dari Rajabasa, pilih bus dengan jurusan pelabuhan Bakauheni. Waktu perjalanan paling cepat adalahdua jam setengaj/ Bus AC ini punya harga Rp25.000,- dan Bus Ekonomi Rp17.000,-. Dari pelabuhan tentu saja, naiklah kapal. Masak naik kereta! Harga menyebrang dengan Feri-Roro adalah Rp11.500,- sampai ke merak. Nah, dari Merak anda tinggal ambil bus Arimbi ke Bandung via Tol Cipularang.  Sabar menunggu 5 jam dan anda sampai ke Terminal Leuwi Panjang Bandung. Harganya sih biasanya Rp50.000,- tetapi saya naik kemarin naik menjadi Rp65.000,-. Ditotal-total seluruh biaya perjalanan ngeteng hanyalah Rp115.000 rupiah saja.</p>
<p>Oh ya, beberapa biaya kecil yang tak dihitung adalah PopMie. Rp5000 saja di bus. Kalau di kapal sih bisa mencapai Rp10.000,-. Ongkos DAMRI dari leuwi panjang ke Dago sekitar Rp2000,- Jika anda cukup kaya, pakailah taksi. Cukup membayar Rp40.000,- sampai Rp60.000 anda bisa sampai ke rumah anda dago. Oya, masuk terminal rajabasa kadang-kadang ditagih kernet uang tambahan. Biasanya Rp1000,- Entah ini sebenarnya biaya administrasi untuk apa.</p>
<p>Perjalanan ngeteng Metro Bandung cukup aman kok. Mau siang atau malam sama saja. Tetapi jika dari Bandung, saya sarankan ambil perjalanan malam. Di Lampung anda tidak akan mendapati kendaraan yang wira-wiri malam-malam. Transisi kendaraan saat ngeteng ini minim, hanya berjarak beberapa meter saja. Terkecuali dari pelabuhan merak ke terminal merak, bisa mencapai 200 meter.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=722&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/10/why-ngeteng-a-preambule-of-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silent Response</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/06/714/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/06/714/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 15:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[I cant deny that. How so? Such a fine lady. Smart, good looking, good family, and above all excellence at religion. Which sane person doesnt have any desire to know her more closely. But, you know right? Such a high level person. I dont think my self can hold that great of aura, that great [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=714&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">I cant deny that. How so?</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">Such a fine lady. Smart, good looking, good family, and above all excellence at religion.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">Which sane person doesnt have any desire to know her more closely.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">But, you know right? Such a high level person. </span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">I dont think my self can hold that great of aura, that great responsibility.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">I cant compare her, at least for now.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">So, if a great warrior just happen to passes by and comes to take her, </span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">i&#8217;ll make my best respect and gratitude.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">But if you ask me, whether i will struggle for it if i have the chance.</span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">Maybe i&#8217;ll take that chance. </span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">To repair myself, to bend my self. </span></em></div>
<div><em><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;">To take a leap of faith.</span></em></div>
<div><span style="color:#000000;font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;"><br />
</span></div>
<div>
<div>In Response to Some Questions</div>
<div>Me, At My Heart,</div>
<div>Panorama Nusantara, Sunda Strait, Indonesia</div>
<div>September 06th, 2011</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/714/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=714&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/09/06/714/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Di Jakarta – Day Two: 27 Juni 2011, PRJ. Part II.</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/29/dua-hari-di-jakarta-day-two-26-juni-2011-prj-part-ii/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/29/dua-hari-di-jakarta-day-two-26-juni-2011-prj-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 16:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Jadi apa isi PRJ? Tidak jauh berbeda dari mall gan. Sampah. Hal ini sangat jauh dari yang saya bayangkan. Saya lebih mengharapkan sebuah festival, rentetan acara, atau pagelaran seni, budaya, betawi, atau hal-hal semacamnya. Ternyata, arena PRJ hanyalah tumplekan toko-toko yang entah benar atau tidak memasang tulisan diskon besar-besar. Saya merasa ditipu. Konspirasi. Tapi apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=703&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi apa isi PRJ? Tidak jauh berbeda dari mall gan. Sampah. Hal ini sangat jauh dari yang saya bayangkan. Saya lebih mengharapkan sebuah festival, rentetan acara, atau pagelaran seni, budaya, betawi, atau hal-hal semacamnya. Ternyata, arena PRJ hanyalah tumplekan toko-toko yang entah benar atau tidak memasang tulisan diskon besar-besar. Saya merasa ditipu. Konspirasi. Tapi apa boleh buat, kami pun berkeliling mencuci mata, kalau-kalau ada barang yang sedang butuh dan murah kami beli.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Well, kami lebih kaget lagi ternyata makanan di dalam jauh lebih murah dari makanan diluar. Padahal di dalam adalah makanan bermerk, misalnya dunkin donut atau McD. Beberapa malah memberikan bonus-bonus makanan. Dan ada juga yang memberikan mie instan gratis di sana. Di banding ayam goreng Rp50.000 tadi, hal ini tentu jauh lebih baik. Bukan begitu?</p>
<p>Setelah keliling tak jelas dan menukarkan brosur bonus masuk PRJ dengan beberapa Fruit Tea (tentu tidak dengan cuma cuma [biaya tambahan Rp5000]), kami pun pulang. Keluar lewat gerbang yang salah, kami harus jalan jauh menuju jalur <em>by pass</em> nun jauh di sana. Setengah jam kami jalan dan akhirnya setelah luntang-lantung kami pun memutuskan menyetop taksi. Tujuan akhir adalah stasium gambir yang ada di salah satu sis Monas juga. Tiket pulang ke bandung nanti malam, harapan kami menyudasi hari ini.</p>
<p>Setengah lima sore kami sampai di gambir. Tiket ekonomi sudah habis, jadi terpaksa tiket eksekutif kami boyong. Pukul tujuh tertulis di tiket yang kami pesan itu. Karena logistic kami tinggal di kosan Fikri, kami pun mengejar bus way untuk pulang. Tidak disangka, halte busway yang di dekat stasiun Gambir tadi sesak oleh manusia. Tiket pun tidak bisa dibeli karena bus masih terhalang oleh pawai, katanya. Antrian pun makin panjang. Panas dan lengketnya badan ini, duh.</p>
<p>Sampai pukul lima lewat, kami belum juga mendapatkan tiket busway. Antrian ke loket yang tadinya cukup rapih, kini membludak di depan karena ulah beberapa orang tak terpelajar yang mungkin tidak pernah diajari guru SDnya cara mengantri. Akhirnya cabang antrian berubah dari 2, menjadi infinite. Beberapa ibu-ibu juga sudah mulai naik darahnya. Mereka berteriak-teriak, memaksa petugas untuk menjual tiket. Petugas yang berwajib menjelaskan kenapa tiket ditahan. Busway terhenti entah dimana. Meskipun tiket dijual belum tentu busway datang. Jika hal ini terjadi, yang rugi adalah konsumen karena tiket yang sudah dijual tidak bisa dikembalikan. Ibu yang berteriak pun membalas argument dengan ‘Itu resiko kami’, dan sebagainya. Aku yang sudah setengah nyawa diam saya, terhimpit di depan loket.</p>
<p>Time wise, kami memutuskan untuk menukar tiket kereta dari jam 7 ke jam 9. Yah benar ternyata, kami berangkat dari halte busway Gambir hampir jam 6. Termacet juga di halte pusat busway yang juga dibanjiri manusia hingga tak bisa gerak, dan halte-halte lain yang serupa, kami sampai di mampang prapatan pukul 7 lewat. Hanya sempat shalat magrib dan isya jama, kami langsung berangkat lagi ke stasiun gambir. Hari yang luar biasa, melelahkan.</p>
<p>Naik taksi, segalanya lebih lancar. Dari mampang prapatan ke gambir sangat cepat, syut-syut. Mantap. Setengah jam sebelum kereta berangkat, kami sudah sampai hingga sempat untuk makan malam dulu. Sambil menenangkan diri di taksi, kami diceramahi cara melamar kerja, bahwa koneksi itu penting, bahwa untuk melamar kerja alangkah baik jika kita punya orang dalam, bahwa konspirasi, kolusi, nepotisme di dunia kerja itu ada.</p>
<p>Remuk redam, sekitar pukul 12 malam kami sampai di bandung. Dingin, semilir, menggigil. Pegal. Itu yang kami rasakan. Tentu saja, pada waktu selarut ini tidak ada angkot dari stasiun ke dago. Konsekuensinya, jalan kaki. Dari stasiun, kami pun berjalan sampai akhirnya ketemu angkot di sekitar Dago Planet. Malam yang menenangkan, tidur ku yang paling nyenyak mungkin adalah tidur di malam itu.</p>
<p>26 Juni 2011. Hari yang melelahkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=703&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/29/dua-hari-di-jakarta-day-two-26-juni-2011-prj-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Di Jakarta – Day Two: 26 Juni 2011, PRJ. Part I.</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/26/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-day-two-26-juni-2011-prj-part-i/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/26/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-day-two-26-juni-2011-prj-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 16:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Disclaimer : Artikel ini dibuat hanya untuk menggambarkan pengalaman, atau kejadian yang dialami oleh sang penulis di hari minggunya yang tidak biasa. Segala macam nama, merek, dan penyebutan yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendeskriditkan pihak yang bersangkutan. Segala objek yang disebutkan dalam artikel ini adalah nyata, meskipun kejadian yang dituliskan bisa subjektif, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=700&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disclaimer : Artikel ini dibuat hanya untuk menggambarkan pengalaman, atau kejadian yang dialami oleh sang penulis di hari minggunya yang tidak biasa. Segala macam nama, merek, dan penyebutan yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendeskriditkan pihak yang bersangkutan. Segala objek yang disebutkan dalam artikel ini adalah nyata, meskipun kejadian yang dituliskan bisa subjektif, sebelah pandangan penulis.</p>
<p><strong><em>Otanjoubi omedeto</em></strong>, kata-kata pertama yang sepertinya ku dengar saat bangun tidur di hari ini. Atau saat shalat shubuh ya dengernya? Lupa. Tentu saja ucapan selamat ini bukan ditujukan untukku. Penghuni kosan ini mungkin sedang membuka gadget mahalnya, atau laptop mahalnya saat menuliskan dan mengucapkan ‘mantra’ tadi ke <em>user agent</em> yang bertindak sebagai pengirim pesan ke orang yang dituju.</p>
<p><span id="more-700"></span></p>
<p>Aku yang tidak mendengar tentu saja tidak mengungkit-ngungkit pengucapan selamat tadi. Aku juga tidak ikut nimbrung untuk mengucapkan kata-kata yang sama. Well, jangan salah sangka. Bukan masalah prinsip, agama, atau apa. Aku sih memang tidak terlalu mengistimewakan ulang tahun, untukku, untuknya, atau untuk siapapun. Meskipun begitu, aku juga menganggap perlu mengucapkan selamat jika seseorang sedang berharga, apalagi&#8230; Meskipun aku juga setuju perkataan “Maaf, kami tidak merayakan maulid”. Ya sudah. Well, status YMku sudah berkata “omedeto” sepanjang bulan ini kurasa.</p>
<p>Dengan bertepatan pada ulang tahunnya, seharusnya hari ini menjadi hari yang indah kah? (Apa hubungannya!!) Ternyata tidak, jauh berbeda dengan kemarin, tidak ada kelancaran hari ini. Hari ini aku belajar sifat dasar manusia. Hari ini aku merasa dibohongi dan ditikam.</p>
<p>Ada yang sadar kalau kata tunjuk yang digunakan penulis berubah dari penulis, menjadi saya, lalu aku dalam tiga artikel ini. Ya sudahlah, itu tak penting. Empat jam pertama setelah bangun, kami bingung berkutat tak tentu mau kemana hari ini. Hal ini tak lain karena kami tidak mau mengambil resiko kecewa jika kami dating ke GJUI lagi. Khawatir kalau tidak ada perbedaan event yang cukup besar dari hari ini dan kemarin. Sebenarnya banyak yang menarik hari ini, hanya saja acaranya sore, dan sepertinya hanya sebentar. Setelah lama bingung, sambil main SPORE, kami memutuskan untuk ke Jakarta Fair di saat-saat terakhir.</p>
<p>Seperti biasa, perjalanan dimulai dari busway mampang prapatanTujuan akhir busway kami kali ini adalah halte di dekat monas. Mengingat masa-masa liburan, kendaraan yang kami naiki ini cukup penuh sesak. Banyak juga orang yang menuju ke pusat-pusat <span style="text-decoration:line-through;">hiburan</span> liburan seperti PRJ ini.</p>
<p>Mengapa ke monas? Salah satu informan kami mengatakan bahwa di monas ada bus shuttle yang disediakan panitia khusus untuk mengangkut pengunjung PRJ. Kebetulan memang arena PRJ tidak dilewati jalur bus trans Jakarta mana pun. Well, sesampainya di area monas, rupanya kami turun di halte yang salah sehingga kami harus memutar separuh lingkaran luar area monas itu dari samping sampai ke gerbang depan. Belum cukup pada siang bolong alias jam 12 tepat ini, demi mencari bus yang diragukan kebenarannya tadi itu, kami harus melintasi diameter monas dari depan ke belakang, mengitari cincin tengah monas untuk mencari dimana area parker berada, dan masih juga belum mendapatkan sosok bus yang kami cari-cari. Monumen Nasional hanya dipenuhi oleh bus-bus WC, dan bus pengunjung peringatan Hari Narkoba Nasional disana.</p>
<p>Menyerah, kami malah menemukan plang petunjuk dimana area parkir berada. Kami pun menuju pinggiran dan keluar pagar melalui celah cempit yang ada di pagar. Untuk melewati celah sempit ini, kami harus antri hampir 10 menit.</p>
<p>Sesampainya di parkiran kami melihat kerumunan orang yang berebut tiket. Rupanya, untuk naik bus PRJ tadi, penumpang harus memiliki sejenis kupon/ tiket yang dibagikan gratis. Well, saya memang menyebutkan ‘dibagikan’, tetapi dari apa yang kami lihat mungkin istilah yang lebih tepat adalah ‘saling diperebutkan’. Seperti anak kecil yang berebut kue atau uang lebaran atau surat cinta, ibu-ibu disana saling tarik-menarik tiket yang entah dari siapa itu. Ada yang berebut sambil menggendong atau menggandeng anaknya. Beberapa orang yang beruntung dapat langsung lari, ada yang mengejar. Ada yang marah-marah.</p>
<p>Betapa tidak elegannya Negara ini pikirku waktu itu. Kapan negeri ini akan sedikit saja mengaplikasikan apa yang dibanggakanya, keramahan rakyatnya. Menyesal telah melihat keburukan masyarakat sendiri kami memilih naik taksi. Sambil menyetop taksi, kami masih melihat ibu-ibu tadi berebutan masuk bis yang baru dating yang ternyata bukan bus tujuan arena PRJ.</p>
<p>Naik taksi sampai arena PRJ tidak memakan waktu lama. Hanya 25.000 rupiah saja argo kami meminta. Supir taksi kebetulan juga ramah dan baik sehingga kami diturunkan di tempat terdekat sehingga tidak perlu membayar argo saat macet dan memutar jalur dua depan arena PRJ. Masih ada orang baik ternyata di negeri ini, pikirku.</p>
<p>Karena lapar, kami pun memutuskan untuk mendatangi salah satu warung makan yang ada di sepanjang jalan jalur dua depan arena PRJ. Kami tidak tahu, bahwa ini adalah keputusan paling menyesalkan dalam perjalananan ini.  Warung ini memang mirip dengan warung gerobak pinggir jalan dekat kosan, di balubur, atau ayam pinggir jalan. Akan tetapi, harganya itu. Sesaat setelah kami memesan ayam bakar, ibu pengunjung lain disebelah marah-marah ke penjualnya. Sate yang beliau makan dihargai Rp5000 rupiah per tusuk. Sup dihargai Rp30.000 lebih. Belum lagi jus dan kawan-kawan. Ditotal-total, ibu itu menghabiskan Rp250.000 sekali duduk dengan suaminya di warung itu.</p>
<p><a href="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/07/dsc00057_resize.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-711" title="DSC00057_resize" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/07/dsc00057_resize.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Lemas, kami menghabiskan Rp50.000 per orang untuk makanan sekedar ayam goring/bakar plus jus jeruk. Kami pun menuju ke depan pintu PRJ hanya untuk mendapati bahwa masuk ke arena PRJ itu bayar. Pembayaran dilakukan dengan mengantri selayaknya membeli karcis kapal, dan setelah memberikan uang Rp75.000 (kalau tidak salah) kami mendapatkan kartu untuk masuk ke arena. Terlanjur basah sampai ke lokasi, apa boleh buat pikirku. Hanya dalam hati aku terheran-heran, PRJ adalah acara yang dilaksanakan untuk merayakan ulang tahun ibu kota. Kenapa untuk menikmatinya kami harus mengeluarkan uang?</p>
<p>Setidaknya kami mendapat pengalaman bagus. Kartu dipakai selayaknya kartu-kartu pada stasiun jepang. Di koridor menuju interior arena PRJ, terdapat alat pembaca kartu yang menghalangi jalan. Anda tinggal memasukkan kartu ke slot yang ada, plank pembatas pada mesin tersebut dapat dilewati oleh satu orang saja. Tapi lucunya, alat otomatis yang ditujukan supaya orang mudah dan tidak perlu pengawas ini dikelilingi oleh banyak mbak-mbak penuntun cara memakai kartu tadi. Well, memang tidak semua orang tahu caranya, tapi jadi apa fungsinya ini alat.</p>
<p>Anda juga bisa melihat alat yang sama di beberapa tempat publik. Misal di pelabuhan, atau stasiun. Akan tetapi disana, alat tersebut hanyalah aksesori. Kartu yang dibeli dari loket hanya diserahkan kembali ke petugas di dekat alat. Tidak ada pembatas apa-apa yang diaktifkan oleh alat tadi. Satu-satunya penghalang efektif, adalah petugas pengambil kartu. Apa gunanya kartu tadi, pikirku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=700&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/26/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-day-two-26-juni-2011-prj-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/07/dsc00057_resize.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00057_resize</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SBY Datang Lagi (Lagi?)</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/03/sby-datang-lagi-lagi/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/03/sby-datang-lagi-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 07:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, SBY a.k.a presiden kita tercinta sekarang kembali mengunjungi Bandung. Sama seperti dua post sebelumnya yang berjudul sama, acara kunjungan SBY ke Bandung kali ini juga bertempat di Sasana Budaya Ganesha, IT Bandung (atau begitu yang saya dengar). Kali ini acaranya adalah mengunjungi muktamar sebuah partai &#8211; sebut saja partai tiga. Tetapi tentu saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=695&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, SBY a.k.a presiden kita tercinta sekarang kembali mengunjungi Bandung. Sama seperti dua post sebelumnya yang berjudul sama, acara kunjungan SBY ke Bandung kali ini juga bertempat di Sasana Budaya Ganesha, IT Bandung (atau begitu yang saya dengar). Kali ini acaranya adalah mengunjungi muktamar sebuah partai &#8211; sebut saja partai tiga. Tetapi tentu saja bukan itu yang ingin diceritakan disini. Siapa saya yang tahu (atau peduli) acara yang terjadi di dalam Sabuga atau kegiatan presiden sekali pun.</p>
<p>Seperti biasa, sama seperti dua kejadian lalu, kemacetan kronis terjadi pada jam-jam kedatangan beliau. Well, sangat kronis sampai-sampai jalan Dago yang dua jalur itu penuh di kedua jalurnya. Hal ini berarti tepat setelah lampu merah, kendaraan pun masih menumpuki jalan. Well, <em>at this rate</em>, mau apa pun kendaraan anda, motor, angkot, apalagi mobil, tak akan bisa melewati Bandung (khususnya di sekitar daerah Dago) pada minggu siang 03 Juli 2011 ini. Mungkin dengan ini saya bisa menyimpulkan, jika ada presiden akan mengunjungi daerah tertentu, jangan sekali-kali anda melewati daerah tersebut saat beliau datang.</p>
<p><span id="more-695"></span></p>
<p>Saya tahu, nopic = bambang, tapi pas saya lewat tadi lupa motret. Mungkin nanti sore kalau sempat saya potret. Jam empat harusnya paling padat, soalnya dia pulang, banyak orang pulang, dan dago lagi banyak pedagang (yaa, kalau tidak diliburkan seperti di dua kedatangan sebelumnya).</p>
<p>Kejadian ini tidak lain hanyalah potret bahwa pemerintah ada untuk dilayani bukan untuk melayani. Bagaimana bisa, seorang <em>supreme commander</em> dari negara datang ke sebuah kota untuk suatu acara tapi malah membuat kota itu macet total. Jika Bandung hanya sebesar Dago, tentu saja ini berarti kematian bagi kota itu bukan (tentu saja ini hanya kelebaian kata-kata saya). <em>For the sake of one person, one city must give a sacrifice. </em></p>
<p>Saya heran, kenapa presiden kita tidak memiliki helikopter ya. Semahal itukah? TNI punya banyak (yang belum jatuh) pastinya kan. Atau emang kita semiskin itu. Dengar-dengar SBY mau beli pesawat pribadi juga. Kalau gitu kan gampang, dari jakarta ke Bandara Husein Sastra, terus naik heli deh ke Sabuga. Tidak usah repot dan lama naik mobil. Presiden gituh.</p>
<p>Terus mendaratnya dimana mas! Tunggu dulu. Ini kita ngomong presiden loh. Teman saya saja pernah mengalami daerahnya dilewati presiden. Bedanya, daerahnya kecipratan efek positif. Jalan yang tadinya jelek, langsung di hotmix. <em>For the sake of this one person. </em>Lalu kenapa bikin landasan helikopter susah.</p>
<p>Kalau memang begitu, harusnya presiden sering-sering mengunjungi desa ya, biar desa itu maju dan fasilitas lancar. Toh meskipun demokrasi, sistem kita masih terlihat seperti sistem ABS (asal bos senang) dulu kan.</p>
<p>Ya itulah kita&#8230; Jadi inget berita lama soal presiden iran yang kemana-mana naik mobil pribadi tanpa protokol. Adil kan kalau begitu. Hmm&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=695&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/03/sby-datang-lagi-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Di Jakarta – Prologue</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/02/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-prologue/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/02/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-prologue/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 08:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian tulisan ini bercerita tentang cinta dan keadilan. Kisah kehidupan dengan segala intrik kemunafikannya. Ini adalah cerita tentang mimpi, perjuangan, dan pengorbanan. Sebuah petualangan mencari  persaudaraan yang hilang, mengejar kedamaian, kesucian, dan lagi-lagi cinta. Petualangan yang mengungkap kebobrokan sosial dan sisi gelap kemanusiaan serta membuka tabir hitam yang ada di benak setiap manusia. Oke cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=686&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rangkaian tulisan ini bercerita tentang cinta dan keadilan. Kisah kehidupan dengan segala intrik kemunafikannya. Ini adalah cerita tentang mimpi, perjuangan, dan pengorbanan. Sebuah petualangan mencari  persaudaraan yang hilang, mengejar kedamaian, kesucian, dan lagi-lagi cinta. Petualangan yang mengungkap kebobrokan sosial dan sisi gelap kemanusiaan serta membuka tabir hitam yang ada di benak setiap manusia.</p>
<p><span id="more-686"></span></p>
<p>Oke cukup sudah. <em>Just in case you’re wondering, </em>pembukaan di atas <span style="text-decoration:line-through;">sama sekali</span> tidak ada hubungannya dengan seluruh rangkaian artikel ini. Hanya sebagai bumbu pembuka agar menarik saja, mungkin. Tulisan ini menceritakan akhir minggu penulis yang tidak biasa di tanggal 25-26 Juni lalu. Secara kebetulan – atau mungkin tidak – penulis bersama seorang teman menerima tawaran seorang teman yang satu lagi – sebut saja Fikri – untuk mengunjungi event Gelar Jepang yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi Universitas Indonesia. Acara ini dilaksanakan tiga hari mulai dari hari Jumat, 24 Juni 2011. Akan tetapi, karena masih memiliki tanggungan pekerjaan, penulis baru dapat berangkat ke Jakarta pukul 20.05 Jumat malam waktu Stasiun Hall Bandung.</p>
<p><img class="alignnone" title="Gelar Jepang UI 2011" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/07/kop-web7.jpg?w=740&#038;h=121" alt="" width="740" height="121" /></p>
<p>Dengan keberangkatan yang cukup mendebarkan, karena ternyata angkutan kota menuju stasiun bada isya cukup minim, kami berhasil pula duduk di kursi bisnis kereta sesuai tiket yang dipesan sore tadi sesaat sebelum kereta melakukan ‘pergerakan’. Sebenarnya sesaat sebelum duduk, kursi yang bernomor sama dengan nomor pada tiket kami telah ditempati orang lain. Mengapa bisa begitu, gak ngerti juga saya. Terdapatlah dua bapak-bapak yang setelah kami perlihatkan nomor tertera pada tiket masih memasang muka bingung (atau panik?)  tanpa ada intensi untuk beranjak. Mereka akhirnya pindah ke kursi paling kiri belakang setelah dikunjungi teman lainnya yang kira-kira berkata “pindah kursi terpaksa”.</p>
<p>Gerbong bisnis hanya ada dua. Mendapat nomor gerbong satu, bisa dibilang kami berada jauh terdepan dari sebagian besar penumpang lain – meskipun sebenarnya kami duduk satu paling belakang di gerbong satu. Sesuai kelasnya, gerbong ini memiliki hanya kipas angin dan kursi yang kaku sebagai fasilitas. Tidak ada bantal, pijakan kaki, tv, atau speaker pemberitahuan dari masinis seperti yang ada di kelas eksekutif. <em>Well</em>, untuk seorang yang hanya pernah naik kereta ekonomi seumur hidupnya ini, fasilitas bisnis saat pergi, dan eksekutif saat pulang sangatlah memanjakan.</p>
<p>Tiga jam berselang, kereta sampai di tingkat tiga stasiun gambir. Disamping stasiun tampak emas  kuning bercahaya di atas sebuah tugu mirip obelisk. Monumen Nasional, tak pernah penulis sangka ternyata stasiun ini ada tepat disebelah area parkirannya. Perasaan waktu kesini dua tahun lalu penulis tak melihatnya. Kami pun berangkat ke mampang prapatan via taksi. Sampai detik ini, kami belum menyadari bahwa dalam dua hari ke depan, betapa bergantungnya kami dengan transportasi ini. Kami hanya sempat menyesali kenapa tidak ada <span style="text-decoration:line-through;">busway</span>  bus transjakarta yang beroperasi 24 jam.</p>
<p>Bus transjakarta, lebih dikenal masyarakat dengan nama jalurnya – busway, sebelum perjalanan ini di kepala penulis masihlah berupa kontroversial seperti di awal kehadirannya. Faktanya, masyarakat mulai bergantung pada busway kini. Mungkin bergantung bukanlah kata yang tepat, tetapi menggunakan transportasi ini jauh lebih cepat, nyaman, dan dapat diandalkan dibanding sarana transportasi lain. Belum lagi anda bisa ke titik manapun di Jakarta dengan harga tetap Rp3500 jika titik tersebut dilewati koridor busway. Meskipun di hari kedua, penulis mengalami bahwa kenyamanan yang ditawarkan tidak begitu dapat diandalkan.</p>
<p>Fikri tinggal di <span style="text-decoration:line-through;">apartment</span> kosan seharga sejutaan per bulan, dengan fasilitas menjanjikan bagi penghuni kota Jakarta: AC. Panas lengket memang jadi pengalaman sehari-hari disini. Baik karena anda beraktifitas, atau karena capek bertansportasi ria. Bertempat di dalam perumahan dengan gang mirip gang di daerah cisitu atau plesiran, kosan ini cukup nyaman, dan tampaknya Fikri telah dikenal oleh warga. Sepertinya orang bandung merupakan mahluk yang cukup melegenda disini. Mungkin karena mereka hidup di daerah yang dingin dan sejuk.</p>
<p>Cukup panjang untuk sebuah prolog,tulisan selanjutnya akan lebih membahas tentang kejadian yang ada di event bersangkutan. Akan tetapi seperti biasa, banyak info tak penting dan konyol yang bakal ikut. Kalimat dengan struktur panjang dan rumit. Serta paragraph yang tak ada kohesinya. Hal ini akibat gaya penulis si penulis artikel ini yang sangat amatir dan tidak bisa menentukan kejadian apa yang paling penting untuk diceritakan. Mohon kesabarannya saat membaca.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/686/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=686&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/07/02/dua-hari-di-jakarta-%e2%80%93-prologue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/07/kop-web7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gelar Jepang UI 2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>愛してる</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/06/07/%e6%84%9b%e3%81%97%e3%81%a6%e3%82%8b/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/06/07/%e6%84%9b%e3%81%97%e3%81%a6%e3%82%8b/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 14:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[君 を 愛してる ずっと君を愛してる どんなことがあっても ずっと僕は君と生きてる . 君の空を愛してる 君の風を愛してる 君が見せなかった涙も 僕はずっと愛してる<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=679&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>君 を 愛してる</p>
<p>ずっと君を愛してる</p>
<p>どんなことがあっても</p>
<p>ずっと僕は君と生きてる</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>君の空を愛してる</p>
<p>君の風を愛してる</p>
<p>君が見せなかった涙も</p>
<p>僕はずっと愛してる</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/679/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=679&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/06/07/%e6%84%9b%e3%81%97%e3%81%a6%e3%82%8b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Publik dan Otentikasi Web</title>
		<link>http://albadrln.wordpress.com/2011/04/16/kunci-publik-dan-otentikasi-web/</link>
		<comments>http://albadrln.wordpress.com/2011/04/16/kunci-publik-dan-otentikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 00:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Albadr Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informatika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://albadrln.wordpress.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[Algoritma kunci publik RSA, banyak dipakai pada skema otentikasi web, khususnya pada skema pertukaran kunci antar server dan client agar mereka berdua saling percaya. Contoh yang paling konkret adalah saat kita masuk ke akun email kita, misalkan saja gmail.com. Bagaimana anda mengetahui bahwa yang anda buka adalah benar-benar gmail.com, bukan situs palsu yang menyamar? Melanjutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=674&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Algoritma kunci publik RSA, banyak dipakai pada skema otentikasi web, khususnya pada skema pertukaran kunci antar server dan client agar mereka berdua saling percaya. Contoh yang paling konkret adalah saat kita masuk ke akun email kita, misalkan saja gmail.com. Bagaimana anda mengetahui bahwa yang anda buka adalah benar-benar gmail.com, bukan situs palsu yang menyamar?</p>
<p>Melanjutkan pembicaraan tentang RSA, beliau dan algoritma kunci publik lain dipakai karena sifatnya yang memiliki dua kunci. Berbeda dengan algoritma kunci biasa atau kunci private, sebuah pesan (atau file) yang dienkripsi dengan kunci K, harus didekripsi dengan kunci K juga agar pesan kembali ke teks semula. Hal ini mengakibatkan kedua belah pihak harus mengetahui kunci yang sama sebelum mereka bertukar pesan. Nah, cara bertukar kuncinya gimana? Ditelpon? Email?</p>
<p><span id="more-674"></span></p>
<p>Dengan algoritma kunci publik, kedua belah pihak yang berkomunikasi tidak perlu mengetahui kunci yang sama. Misalkan Alice ingin mengirim file rahasia ke Bob. Alice tinggal pergi ke blognya Bob, dan melihat kunci publik miliknya. Kemudian alice tinggal mengenkripsi file yang ingin dikirim dengan kunci publik ini. File lalu bisa dikirim ke bob melalui media apapun. Bagaimana Bob bisa membuka pesan? Dia membuka pesan dengan kunci rahasia yang hanya dia yang tahu. Pasangan kunci publik-kunci rahasia ini sebelumnya dibangkitkan dengan algoritma tertentu, salah satunya adalah RSA yang telah dijelaskan pada artikel berikutnya.</p>
<p>Pada gambar dibawah bisa dilihat keterangan algoritma yang dipakai pada skema HTTPS milik google. Anda juga bisa mengeceknya sendiri dengan menekan gembok yang ada di kiri <em>URL address</em> pada browser anda. Oh iya, HTTPS adalah protokol internet yang menerapkan protokol keamanan SSL sehingga jalur komunikasi client-server aman karena semua data di dalamnya terenkripsi.</p>
<p><a href="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/gmail.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-676" title="gmail" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/gmail.png?w=314&#038;h=390" alt="" width="314" height="390" /></a></p>
<p>Bisa dilihat di atas, google menggunakan RSA sebagai mekanisme pertukaran kunci. Pertukaran kunci? Apa maksudnya? Well, sudah dilihat di artikel sebelumnya bahwa algoritma RSA membutuhkan bilangan pangkat yang sangat besar (sekitar 512 bit atau 100an digit). Nah, bilangan pangkatnya saja sudah besar, apalagi hasil perpangkatannya. Untuk pesan yang besar, hal ini tentu saja akan membutuhkan daya komputasi yang besar, jauh lebih besar daripada algoritma kriptografi kunci private.</p>
<p>Cara mengakalinya adalah dengan menghibrid kedua jenis algoritma kunci publik dan algoritma kunci private. Caranya adalah, si pengirim mengenripsi file atau pesan dengan algoritma kunci private R tertentu. Karena algoritma kriptografi kunci private cepat, jadi enteng lah. Dapat dilihat google menggunakan algoritma kriptografi kunci private RC4_128 untuk enkripsi. Kunci yang digunakan untuk enkripsi kemudian di enkripsi (juga) dengan algoritma kunci publik, dalam kasus google RSA, menggunakan kunci publiknya si penerima. Penerima pesan rahasia pertama mendekripsi kunci private R yang dienkripsi dengan menggunakan RSA tadi dengan kunci privatenya. Setelah di dapat kunci R asli, barulah pesan didekripsi dengan kunci R tadi dengan algoritma yang disepakati.</p>
<p>Oh ya, penggunaan algoritma, teknik yang digunakan algoritma, dan segala macam detail algoritma dalam kriptografi modern tidak boleh rahasia lho. Jadi meskipun algoritmanya ketahuan, selama kuncinya tidak ketahuan, pesan haruslah tetap aman.</p>
<p>Kembali ke skema otentikasi, pada dunia internet, layanan web yang menggunakan SSL harus disertifikasi oleh pihak ke tiga yang terpercaya. Biasanya pihak ini adalah yang mengeluarkan sertifikatg tersebut, mirip notaris lah. Perusahaan pencetak sertifikat digital yang paling terkenal adalah Verisign.</p>
<p><a href="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/certificate.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-675" title="certificate" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/certificate.png?w=640&#038;h=364" alt="" width="640" height="364" /></a></p>
<p>Dapat dilihat pada gambar di atas kunci publik milik google. Pada dokumen yang sama, anda juga dapat melihat detail dari sertifikat milik google. Sertifikat yang dikeluarkan oleh pihak terpercaya seperti Verisign akan berwarna hijau di browser anda. Sebaliknya jika ada situs yang menggunakan sertifikatnya tidak terpercaya, dicurigai palsu dsb, browser akan mengeluarkan peringatan (warna kuning biasanya), This site is not using trusted certificate, meskipun kita selalu menekan OK secara otomatis jika ada pesan begituan.</p>
<p>Sebelum otentikasi, browser yang mengakses web akan menyampaikan pesan hello dan menyepakati beberapa hal seperti penggunaan algoritma dan lain lain. Browser kemudian menanyakan sertifikat dari server. Tingkat kepercayaan kemudian dilaporkan ke pengguna. Jika pengguna (kita) percaya, kita akan memulai otentikasi. Sebelum itu, browser akan menantang server dengan membuat sebuah pesan ujicoba dan dikunci dengan kunci publik yang dikirim server tadi. Jika kunci publik asli, tentu si server tahu isi asli pesan tantangan tadi. Server kemudian mengembalikan pesan ujicoba tadi tanpa enkripsi apa-apa. Jika diperlukan, server dapat menanyakan sertifikat digital si klien, dalam hal ini browsernya dan juga menantang si browser dengan mekanisme yang sama. Barulah setelah itu mereka menyepakati kunci simetri, yaknik klien mengirim kunci terenkripsi RSA yang akan digunakan untuk enkripsi dengan algoritma kunci biasa pada otentikasi.</p>
<p><a href="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/tukarkunci.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-677" title="tukarkunci" src="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/tukarkunci.png?w=620&#038;h=371" alt="" width="620" height="371" /></a></p>
<p>Skema di atas, adalah gambaran umum dari skema SSL yang banyak dipakai di otentikasi web saat ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/albadrln.wordpress.com/674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/albadrln.wordpress.com/674/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=albadrln.wordpress.com&amp;blog=6954580&amp;post=674&amp;subd=albadrln&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://albadrln.wordpress.com/2011/04/16/kunci-publik-dan-otentikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f40c8157a6e444e664776e807fa8ed3f?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">albadralblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/gmail.png" medium="image">
			<media:title type="html">gmail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/certificate.png" medium="image">
			<media:title type="html">certificate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://albadrln.files.wordpress.com/2011/04/tukarkunci.png" medium="image">
			<media:title type="html">tukarkunci</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
